Astra Suntik Dana Rp2 Triliun ke Go-Jek

Astra Suntik Dana Rp2 Triliun ke Go-Jek

  Senin, 12 February 2018 13:58

Berita Terkait

Raksasa industri otomotif PT Astra Internasional Tbk (ASII) telah resmi mengumumkan investasi terbesarnya di perusahaan start up transportasi berbasis digital Go-Jek sebesar USD 150 juta atau sekitar Rp 2 Triliun.

Presiden Direktur Astra Internasional Prijono Sugiarto menjelaskan, alasan kuat Astra rela menggelontorkan investasi dalam jumlah besar lantara melihat adanya benang merah antara Astra dan Go-Jek yang sama-sama membidik pangsa dibidang otomotif.

Dalam hal ini, Astra mengambil pangsa pasar dari masyarakat pemilik kendaraan, sementara pangsa pasar Go-Jek menawarkan mitra kerjasama sebagai driver atau pengemudi.

Prijono mengaku, disamping bangga terhadap karya inovasi anak muda yang dapat mengambil peluang bisnis berprospek potensial kedepannya, pihaknya akan melakukan kolaborasi di beberapa bisnis.

"Saya bangga membaca bahwa pada September 2017 ada 56 perusahaan yang mengubah dunia. Go-jek masuk di sana. Satu satunya dari Indonesia, diantara Apple, Microsoft, Google, tapi Go-Jek masuk. Dia satu-satunya dari Indonesia bahkan Asia Tenggara,” ujarnya di Hotel Fairmont Jakarta, Senin (12/2).

Dalam kesempatan yang sama, CEO dan Founder Go-Jek Nadiem Makarim sangat mengapresiasi langkah Astra yang bersedia untuk investasi dalam jumlah besar di perusahaannya.

Menurutnya, hal ini merupakan langkah awal dari kolaborasi industri fisik dan virtual. Banyak area bisnis yang dapat ditelusuri oleh Go-Jek bersama Astra dalam penyediaan layanan dimasing-masing bisnis dalam menjaring pasar pasar di tanah air.

Astra yang menggarap bisnis asuransi dan leasing pun tidak menutup kemungkinan dapat bekerjasama di daerah-daerah yang belum tersentuh Go-jek, salah satunya di Papua.

Pasalnya, Astra sendiri memegang 56 persen pangsa pasar kendaraan roda empat di Indonesia. Pada segmen sepeda motor, Astra juga menguasai 75 persen pangsa pasar sepeda motor.

“Jumlah investasi mereka paling besar dibandingkan yang lainnya. Pemain lokal besar telah berpartisipasi di bidang ekonomi digital Indonesia. Sudah saatnya ada kolaborasi yang jauh lebih erat,” pungkasnya.

(mys/JPC)

Berita Terkait