Aston Villa vs Arsenal, Belajar Dulu ke Mentor

Aston Villa vs Arsenal, Belajar Dulu ke Mentor

  Minggu, 13 December 2015 06:45

Berita Terkait

BIRMINGHAM – Remi Garde itu murid, dan Arsene Wenger mentornya. Kedua pelatih ini pernah bersama di Arsenal musim 1996-1999 silam. Ya, Garde merupakan rekrutan pertama Wenger saat pertama kali menukangi The Gunners. Keduanya akan bersua untuk pertama kali di Villa Park, Birmingham, malam nanti.

Bukan untuk bereuni setelah berpisah selama 16 tahun terakhir, melainkan untuk berkompetisi dalam pekan ke-16 Premier League. Garde akan menantang sang mentor dengan posisinya sebagai juru racik strategi anyar di Aston Villa. ’’Respek tetap untuk Wenger, tapi kami butuh hasil akhir,’’ ujarnya sebagaimana dikutip dari The Sun.

The Villains memang butuh hasil positif untuk mendaki dari jurang degradasi. Itu yang jadi tugas Garde sejak didatangkan Villa dari Olympique Lyon per 2 Nopember lalu. Laga malam nanti akan menjadi laga Villa yang keempat pelatih berusia 49 tahun itu.

Memang belum ada perubahan posisi Villa sejak kedatangan Garde. Villa tetap saja di dasar klasemen. Dari empat laga, belum satu pun kemenangan didapatkan Villa. Baru dua poin dari dua kali bermain imbang dan dua kali kalah diberikan Garde untuk Villa.

Terakhir, akhir pekan lalu Gabriel Agbonlahor dkk berhasil menahan imbang tuan rumah Southampton di St Mary 1-1 (5/12) ’’Spirit kolektivitas sangat berbeda ketika itu. Dan, itulah yang kami butuhkan pada Minggu sore besok,’’ koar Garde kepada Daily Star. Arsenal menjadi klub top three kedua yang dihadapi Garde.

Sebelumnya, pada laga pertama Garde menangani Villa sudah ada klub papan atas yang kecolongan poin. Manchester City ditahan imbang di Villa Park tanpa gol pada 8 Nopember lalu. Menurut Garde, kekuatan defense terbaik dimunculkan anak asuhnya pada laga itu.

Dalam statistik Opta menyebut, dalam dua laga terakhir melawan Watford dan Soton kekurangan Villa hanya dari menyerang. Tidak untuk bertahan. ’’Yang dibutuhkan tim ini hanya lebih berimbang antara menyerang dan bertahan. Efisien dalam bertahan, dan efisien dalam menyerang,’’ lanjutnya.

Di Villa, Garde masih meraba-raba komposisi pemain. Formasi 4-3-3 kerap dia gunakan. Padahal, selama tiga musim bersama Les Gones – julukan Lyon – Garde hampir selalu menggunakan formasi 4-2-3-1. Sama seperti yang diaplikasikan Wenger sejak musim 2012-2013 silam.

Artinya, sejak musim 2012-2013 dan 2013-2014 Garde dan Wenger sama-sama menganut formasi 4-2-3-1 dalam filosofi melatihnya. ’’Jangan samakan saya dengan Wenger. Saya akan meniru bagaimana dia membangun Arsenal, seperti saya membangun tim ini (Villa, Red),’’ucapnya.

Wenger sendiri dalam situs resmi klub menyebut Garde akan sukses bersama Villa. Dia meyakini Villa tidak akan terdegradasi musim ini. ’’Dia pelatih berkompeten, dan pintar. Dia juga pernah berada dan melawan klub besar, so, biarkan dia bekerja,’’ ungkap Wenger.

Apakah ini sinyal Arsenal akan memberi poin bagi Villa? Jawabannya tidak. Itu karena Arsenal butuh lanjutan tiga angka untuk mengamankan posisi top two Premier League. Setidaknya untuk beradu dengan City. Motivasi dari Karaiskakis setelah lolos ke babak 16 Besar Liga Champions tengah pekan lalu akan jadi spirit Per Mertesacker dkk.

Badai cedera dengan kehilangan pemain-pemain penting seperti Alexis Sanchez, Santi Cazorla, Jack Wilshere dan Francis Coquelin serasa tidak berpengaruh besar pada performa Arsenal. ’’Kami hanya pindah dari kompetisi Eropa ke domestik. Yang tidak akan berbeda adalah level permainan dan fokus kami,’’ klaim Wenger. ’’Kami dalam posisi terbaik untuk kembali ke puncak,’’ tegasnya. (ren)

Berita Terkait