Asin Asam Segar Kimchi

Asin Asam Segar Kimchi

  Kamis, 7 December 2017 10:00
Juliawati // Owner Kimchi House Pontianak

Berita Terkait

Pecinta segala hal tentang Korea pasti sudah familiar dengan kimchi. Kimchi adalah salah satu kuliner tradisional di negara ini yang berupa asinan sayur pedas. Terdiri atas sawi putih, dengan tambahan condiment lainnya. Teknik pengolahannya terbilang unik karena harus melewati proses fermentasi. 

Oleh : Ghea Lidyaza Safitri

Kimchi merupakan salah satu jenis asinan sayur hasil fermentasi yang diberi bumbu pedas. Kuliner tradisional Negara Korea ini sering disajikan dalam berbagai acara spesial, atau sebagai makanan pelengkap santap siang dan malam. Rasanya yang segar dan kaya sayuran.
“Kimchi sendiri dihasilkan dari perpaduan sawi putih, wortel, bebawangan (bawang putih, daun bawang dan bawang bombai), pasta udang, kecap ikan, serta bahan lainnya seperti gochugaru dan gochujang,” ujar Owner Kimchi House Pontianak, Juliawati.
Kendati beberapa bahan terdengar asing di telinga, Julia memastikan kimchi buatannya halal. Karena based bahannya sendiri menggunakan produk hewani, seperti pasta udang dan kecap ikan. Julia juga membuat kimchi vegetarian jika ada masyarakat alergi terhadap pasta udang atau sedang menjalani program diet.  
Proses pembuatan kimchi sendiri terbilang unik. Sayur-sayuran yang digunakan akan dicuci bersih dan digarami. Sayur sawi akan dicampur dengan sayuran lainnya, mulai dari wortel, bebawangan, pasta udang, kecap ikan, gochugaru, dan gochujang. Kemudian campuran ini akan di fermentasi. Gochugaru akan memberikan rasa pedas pada olahan kuliner kimchi, dimana bumbu ini adalah bubuk cabe asal Korea yang sudah dipanggang. 
“Awalnya saya pernah menggunakan bubuk cabai lokal, hanya saja warnanya berbeda dan rasanya kurang pedas,” tuturnya.
Rasa asin, asam, dan pedas yang ditawarkan Kimchi House Pontianak juga disesuaikan dengan lidah masyarakat Pontianak. Kimchi asli Korea terkenal dengan rasanya yang asam. Namun, pelanggan Julia lebih memilih untuk meningkat rasa pedas, dibanding rasa asam. Rasa asam sendiri dihasilkan dari proses fermentasi. Proses fermentasi yang dilakukan Julia selama satu malam.
Jika tanpa proses fermentasi, kimchi akan terasa aneh. Itulah mengapa proses fermentasi kimchi memiliki makna dan mendapatkan manfaat tersendiri. Bakteri yang dihasilkan dari proses fermentasi Julia juga tidak sembarang dalam melakukan fermentasi. Ia menggunakan guci kaca khusus, sehingga menghasilkan aroma kimchi yang original dan segar. 
Kimchi juga dikenal sebagai kuliner yang sehat dan bagus untuk kecantikkan. Bahkan, kalori yang terdapat dalam kuliner ini terbilang rendah. Kimchi juga kaya akan antioksida dan serat, serta mengandung vitamin B1, B2, B12, kalsium dan selenium. 
Terkadang Julia juga membuat kimchi dengan rasa manis, kembali sesuai pesanan. Ketertarikan Julia terhadap kimchi berawal dari rasa penasarannya terhadap rasa kimchi yang segar dan pedas. Ia juga ingin mengembangkan bakat memasaknya, diluar sekadar mencari peluang. Pengalamannya belajar dari salah satu orang tua temannya yang kebetulan orang asli Korea, membuat Julia semakin semangat membuka usaha kuliner kimchi. 
“Start jualan mulai dari 2011. Saat itu kimchi juga belum dikenal di Pontianak, namun sudah ada peminat yang ingin mencoba,” ujarnya. 
Berbekal ilmu yang telah didapatkan, ia pun coba mencari bahan-bahan pendukung untuk membuat kimchi. Mulai dari kualitas sayur, hingga bahan lainnya yang nantinya akan menghasilkan rasa kimchi yang nikmat dan lezat. Sayur sawi yang digunakan juga impor dari Chinna. 
Selain kimchi, ada beberapa makanan lain yang dijual Julia, mulai dari danmuji, gimbap dan kkakdugi (kimchi lobak). Untuk gimbap sendiri, karena handmade dan berdasarkan passion, dirinya kerap menambahkan beberapa condiment lain, yakni mozarella atau mengganti nasi dengan nasi goreng kimchi. Semuanya hasil substitusi kreasi sendiri agar berbeda dari lainnya. Tanpa melupakan condiment umumnya, seperti telur, kimchi, bayam dan wortel.**

Berita Terkait