ASI untuk Generasi Emas Sambas 2025 , Bupati Ajak Ubah Pola Pikir Masyarakat

ASI untuk Generasi Emas Sambas 2025 , Bupati Ajak Ubah Pola Pikir Masyarakat

  Kamis, 3 December 2015 09:51
PENYERAHAN SERTIFIKAT: Bupati Sambas Juliarti Djuhardi Alwi didampingi Kepala Dinas Kesehatan I Ketut Sukarja, menyerahkan sertifikat kepada kelompok peduli ASI Desa Cepala, Kecamatan Tekarang, wilayah Puskesmas Tekarang, kemarin (2/12). HARI KURNIATHAMA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SAMBAS – Pemahaman mengenai pentingnya pemberian air susu ibu (ASI) secara eksklusif harus terus dikampanyekan. Hal tersebut disampaikan Bupati Sambas Juliarti Djuhardi Alwi pada acara orasi duta ASI, refreshing kelompok peduli ASI se-Kabupaten Sambas, di Aula Kantor Bupati Sambas, Rabu (2/12). Secara tegas Bupati mengatakan bahwa pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu standar emas makanan bayi, yang harus dimenangkan dalam seribu hari pertama kehidupan.

“Hanya ASI yang mampu memberikan zat gizi sesuai dengan kebutuhan bayi, setiap kali bayi menghisap ASI, membuat bayi tumbuh dan berkembang secara optimal,” ingat dia. Dia yakin, dengan nilai tambahnya, konsumsi ASI akan memberikan modal dasar yang besar dalam menciptakan generasi emas untuk Sambas terunggul 2025 di Kalbar. Dia bahkan mengingatkan, proses perubahan perilaku masyarakat dalam pemberian ASI eksklusif tidak akan berhasil optimal, tanpa partisipasi masyarakat yang peduli terhadap pemberiannya.

“Tenaga kesehatan dan semua komponen masyarakat yang memiliki pemahaman dan pengetahuan yang benar terkait ASI ekslusif, bisa turut menyampaikan kepada semua warga, kita gencarkan sosialisasi pentingnya pemberian ASI,” tegas Bupati.Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas tersebut menyayangkan di mana pada kenyataannya, banyak ibu menyusui yang lebih memercayai budaya setempat, dibanding ilmu pengetahuan. Kondisi ini, yang menurut dia, pelan-pelan harus diubah. Peluang terbesar perubahan tersebut, diyakini dia, dapat dilakukan justru oleh para petinggi di lingkungan masyarakat, termasuk peran kelompok duta peduli ASI. “Investasi termudah, termurah, dan terbaik saat ini yang dapat kita berikan adalah dengan pemberian ASI eksklusif,” gugah dia.

Sementara itu, kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, I Ketut Sukarja, menjelaskan mengenai siklus kehidupan manusia yang dikenal dengan masa usia emas sekaligus usia kritis. Yaitu, dijelaskan dia kembali, masa di mana terjadi pertumbuhan dan perkembangan sel otak serta pembentukan daya tahan tubuh paling pesat. “Kegagalan pertumbuhan dan perkembangan pada usia ini tidak dapat diganti di kemudian hari.

Dua hal ini adalah investasi yang wajib kita lakukan dan modal dasar yang harus kita berikan pada generasi penerus di Kabupaten Sambas,” sebut dia.
Periode emas itu, menurut Sukarja, terjadi pada seribu hari pertama kehidupan, yaitu usia hamil hingga anak berusia 2 tahun. Kegagalan tumbuh kembang pada seribu hari pertama, diungkapkan Sukarja, berisiko mengalami berbagai persoalan hidup.

“Memang tantangan kita saat ini adalah memberikan kesadaran kepada seluruh lapisan masyarakat akan pentingnya hal ini, bagaimana masyarakat secara sukarela memiliki kesadaran bahwa perilaku ini adalah baik untuk mereka dan keluarga,” tutur Sukarja. Tantangan itu, menurut Sukarja, bisa diminimalisir dengan catatan seluruh komponen masyarakat mau turut berpartisipasi menyosialisasikan dan mengimplementasikannya. (har)

 

Berita Terkait