Asap Hilang Banjir Mengintai

Asap Hilang Banjir Mengintai

  Kamis, 29 Oktober 2015 09:32
Gambar dari internet - - www.tabengan.com

Berita Terkait

PONTIANAK - Hujan mulai mengguyur beberapa daerah di Kalimantan Barat. Kabut asap pun perlahan menghilang. Kendati demikian Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya meminta seluruh masyarakat tetap waspada terhadap bencana. Setelah el nino yang menyebabkan kemarau panjang, diprediksi diikuti la nina yang memicu curah hujan lebat.“Bencana ini perlu diantisipasi. Setelah el nino, selalu diikuti dengan la nina. Artinya curah hujan berlebih. Kalbar biasanya langganan banjir,” ujar Christiandy di ruang kerjanya, Rabu (28/10).

Christiandy mengatakan masyarakat tak boleh menganggap enteng banjir karena kerap terjadi setiap tahun. Tetapi beberapa tahun lalu pernah terjadi korban jiwa. Ia meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah di kabupaten/kota untuk mengantisipasi hal tersebut.“Setelah banjir, masuk Februari hingga April tahun depan, masuk musim kering lagi,” kata Christiandy.
Menurut Christiandy, kabut asap yang terjadi pada tahun ini menjadi pengalaman dan harus diantisipasi agar tahun depan tak terjadi kembali. Pada tahun ini, kabut asap melanda enam provinsi di Indonesia termasuk Kalbar. Tetapi Kalbar dinilai tak separah provinsi lainnya di Sumatra dan di Kalimantan Tengah.

Kendati demikian, lanjut Christiandy, ia mendukung pernyataan Gubernur Kalbar yang menyampaikan aspirasi masyarakatnya. Gubernur Kalteng meminta pemerintah tidak hanya mengantisipasi kabut asap di Sumatra saja, melainkan juga di Kalteng.“Saya katakana (kepada pemerintah pusat), walaupun hujan sudah turun di Kalbar, hotspot nol, dan ISPU mulai membaik, kami mendukung Kalteng. Karena kami juga merasakan asap dari Kalteng,” ungkap Christiandy.Christiandy menjelaskan pemerintah pusat akan menarik lahan gambut yang terbakar yang diberikan kepada konsesi. Selain itu juga akan mengambil alih lahan gambut yang terlanjur diberikan izin kepada perusahaan untuk mengelolanya, tetapi hingga saat ini belum dikelola.

“Tinggal menunggu undang-undangnya disetujui dewan. Saat ini ada sekitar empat juta hektare lahan gambut di Indonesia yang diberikan kepada konsesi,” katanya.Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat Syarif Amin Assegaf meminta semua elemen masyarakat baik individu maupun korporasi wajib menjaga kualitas udara untuk menciptakan kebersihan lingkungan yang harus dinikmati generasi sekarang dan masa depan.“Beberapa pekan kita terus dipermainkan dengan buruknya kualitas udara. Hampir semua masyarakat menghirupnya. Sudah saatnya kita menjaga dengan gebrakan tidak membakar apapun secara sembarangan. Minimal sudah bisa mencegah,” katanya kemarin di Pontianak.

Menurutnya, kualitas udara dan kabut pekat di Kalbar meskipun didera hujan tidak terus memperlihatkan kualitas perbaikan. Tetap saja, kualitasnya pada waktu tertentu cenderung tidak sehat dan masuk kategori bahaya. “Jelas masyarakat tidak menikmati itu. Warga berhak memperoleh kualitas udara lebih baik,” ujarnya.Dia pun meminta kualitas udara harus menjadi ukuran sehatnya masyarakat. Sebab udara yang bersih dan sehat adalah hak asasi generasi sekarang dan masa mendatang. DPRD sendiri menyarankan dinas teknis membuat pengkajian langkah pencegahan dan jalan keluar mengatasi kabut asap. ”Kami siap anggarkan,” ungkap dia.

Di sisi lain Amin tetap meminta perusahaan yang sebelumnya diumumkan sebagai pelaku pembakaran tetap diberikan efek sanksi tegas. ”Jangan hanya izin usaha yang dicabut. Pelaku seperti korporasi harus berani juga dijerat pidana. Kalau hanya dicabut tidak ada efek jeranya,” kata dia.Seperti diumumkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar yang telah mencabut dan membekukan sepuluh izin perusahan terindikasi melakukan pembakaran hutan dan lahan. Satu di antara perusahaan dimaksud beroperasi di Kalimantan Barat.“Seandainya terduga pelaku pembakaran lahan dari pihak perusahaan perkebunan atau kehutanan harus diberikan tindakan. Itu karena mereka sudah paham dan tahu aturan main membuka lahan dan tidak membiarkan lahan ketika sudah memiliki izin,” ucapnya.

Politikus Nasdem ini meminta terduga dari perusahaan perkebunan, harusnya diberi sanksi dan hukuman setimpal. Sebab setiap pembakaran lahan terjadi pasti berakibat udara di Kalbar sangat rusak. “Belum lagi kesehatan anak-anak dan orang tua terganggu. Warga Kalbar sudah menderita akibat kabut asap,” tuturnya.Ia menjelaskan hampir sepanjang tahun, sejak 16 atau 17 tahun silam, kabut asap menjadi menu harian warga di Kalbar.

Hanya pada tahun 2015 ini, cuaca pekat boleh dibilang paling parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. ”Cocok kalau Kalbar dibilang sepanjang tahun mengalami darurat kabut asap. Harusnya ditambah darurat kesehatan. Sebab sepanjang tahun penyakit akibat asap pasti muncul,” ujarnya.Menurutnya akibat pembakaran lahan dan hutan, Kalbar jelas dirugikan sepanjang tahun. Dari segi ekonomi dunia penerbangan sering delay, cancel, dan no operation. “Sudah berapa kerugian yang dihasilkan karena kabut pekat,” ungkap dia.Amin pun meminta kepada dinas teknis dan para kepala daerah harus berani meninjau ulang izin perusahaan perkebunan yang diketahui dan terbukti sebagai pelaku pembakaran lahan. ”Kepala daerah harus melihatnya secara lebih serius. Biar tahun depan tidak seperti begini kembali,” ujarnya.(uni/den)

 

Berita Terkait