Asah Rasa, Raih Prestasi

Asah Rasa, Raih Prestasi

  Selasa, 14 November 2017 10:00

Berita Terkait

Puisi melibatkan perasaan, emosional, dan kepekaan terhadap rasa. Keberhasilan seorang pembaca puisi adalah jika dia mampu menghidupkan suasana, perasaan dan pikiran si pengarang dalam puisinya. Tentu kelima panca indra si pembaca perlu tajam. Tantangan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi kedua pelajar SMAN 4 Pontianak, Debby Ayulia Puspitasari dan Muhammad Firyal Diazka.

Dua tahun terakhir, dibantu Ai Marhayanti, M.Pd selaku guru Bahasa Indonesia keduanya sukses mengumpulkan prestasi dalam cabang puisi. Tak tanggung-tanggung keduanya juga sudah mencicipi even lompa tingkat nasional. Tepatnya 26 Maret 2017, Debby dan Diaz terpilih sebagai finalis dalam Olimpiade Seni dan Bahasa Indonesia (OSEBI) yang diadakan oleh Sekolah Semesta Boarding School di Semarang.

Menyisihkan ratusan pelajar se-Indonesia lewat audisi video hingga akhirnya mereka terpilih dalam 15 finalis yang bertanding langsung. “Kami sangat bangga karena kami adalah peserta terjauh dan hanya kami yang berasal dari Kalimantan. Ketigabelas peserta lain kebanyakan pelajar dari pulau Jawa. Bahkan, waktu saya mengenalkan diri yang berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat semua audience kaget,” cuap Diaz.

Konsep lomba membaca puisi dalam lomba OSEBI tak seperti membaca puisi pada umumnya melainkan menggunakan konsep membaca puisi kreatif atau dramatisasi puisi. Pembaca puisi diperkenankan berpindah-pindah tempat dan menggunakan properti pendukung.

“Serunya kita benar-benar prepare semuanya dari Pontianak. Kita bawa pemain biola dan keyboard yang juga pelajar SMAN 4 Pontianak buat backsound. Pedang mainan, paralon, tanaman padi bahkan rumput hidup kami bawa semua, hehe,” ujar Debby diikuti gelak tawa.

Usaha tak pernah membohongi hasil. Diaz memperoleh juara 1 dalam perlombaan OSEBI 2017 tersebut. Meskipun Debby tak mendapatkan juara di sana dia mengaku cukup bangga karena bisa mewakili Kalbar dalam ajang tersebut. Ini menjadi piala pertama buat Diaz, berbeda dengan Debby yang jauh lebih dulu mengumpulkan prestasi cabang puisi.

Tahun sebelumnya Debby menjadi finalis Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) di Manado tingkat Nasional, juara 1 FLS2N cabang seni baca puisi tingkat Kota Pontianak dan Provinsi Kalimantan Barat, Juara 1 Tarung Puisi ke-3 Kelompok Pencinta Seni Mahasiswa Hukum Universitas Tanjungpura tingkat umum se-Kota Pontianak dan masih banyak lagi. “Sekarang kami tengah giat berlatih untuk menghadapi lomba Tarung Puisi 2017. Semoga kami bisa mempertahankan piala bergilir yang sudah kami raih tahun lalu,” kata Debby.

Menanggapi banyaknya konsep dalam membaca puisi, baik Diaz maupun Debby baru-baru ini juga tertarik dengan slam poetry. Keduanya mengaku penasaran dan ingin sekali belajar, apalagi ini adalah salah satu tren membaca puisi. “Membaca puisi biasa udah pernah, puisi kreatif juga sudah. Nah, kayaknya selanjutnya kita pengin coba adu puisi deh, keliatannya seru dan menantang,” pungkas Diaz. (dee)

Berita Terkait