Artidjo CS Hukum Guru JIS 11 Tahun Penjara

Artidjo CS Hukum Guru JIS 11 Tahun Penjara

  Kamis, 25 February 2016 20:44

JAKARTA – Majelis yang diketuai Hakim Agung Artidjo Alkotsar dibantu anggota Hakim Agung Suhadi dan Salman Luthan menghukum dua guru Jakarta International School, Ferdinand Tjiong dan Neil Bentleman 11 tahun penjara.

Majelis juga menghukum keduanya dengan denda Rp 100 juta subsider enam bulan kurungan karena terbukti melakukan tindakan pelecehan seksual kepada murid TK JIS.

Sebelumnya, dua guru JIS ini pada 14 Agustus 2015 menghirup udara bebas setelah Pengadilan Tinggi DKI Jakarta telah membebaskan membebaskan mereka.

Padahal, sebelumnya Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada April 2015 lalu memvonis mereka 10 tahun penjara.
                
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Waluyo membenarkan bahwa MA telah mengabulkan kasasi jaksa atas putusan PT DKI Jakarta.

“Putusannya  adalah  menghukum masing-masing terpidana 11 tahun penjara, denda Rp 100 juta dan subsider enam bulan kurungan,” kata Waluyo  menjawab Pontianak Post, Kamis (25/2).

Dia enggan menjelaskan lebih rinci kapan putusan itu diketok oleh Hakim Artidjo Cs. Yang jelas, kata Waluyo, saat ini salinan putusan kasasi itu sudah diterima oleh Kejati DKI Jakarta. “Kemarin, kami sudah menerima salinan putusannya,” ujar Waluyo.              

Yang pasti, Waluyo menegaskan bahwa keputusan MA itu sudah bijaksana. “Ini sesuai harapan kejaksaan,” tegasnya.

Tak perlu menunggu waktu lama, tim jaksa dari Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan langsung melakukan eksekusi putusan. Namun, dari dua guru, itu hanya satu yang berhasil dieksekusi.

Ferdinand Tjiong, yang merupakan Warga Negara Indonesia ditangkap di kediamannya, di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (25/2) pukul 1.30 dini hari.

"Kami sudah eksekusi atas nama terpidana Ferdinand Tjiong," tegas Kepala Kejari Jaksel Sarjono Turin saat dihubungi, Kamis (25/2).

Jaksa yang pernah bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi ini mengatakan sekitar pukul 8.00, Kamis (25/2), Ferdinand langsung dikirim ke Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur.

"Dasar (eksekusi) adalah putusan kasasi Mahkamah Agung," kata Turin.

Sementara, satu terpidana lain yakni Neil Bentleman masih dicari jaksa. Saat hendak dieksekusi, Neil yang merupakan warga Kanada, itu tak berada di tempat. (ody)