ARS: Wujudkan Sambas Hijau

ARS: Wujudkan Sambas Hijau

  Jumat, 9 September 2016 09:30

Berita Terkait

SAMBAS- Kabupaten Sambas diminta peranannya dalam menurunkan pemanasan global yang terus meningkat. Hal tersebut merupakan salah satu poin penting saat Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc (ARS) diminta mendampingi Gubernur Kalbar dalam ajang Pertemuan tahunan para gubernur dunia yang tergabung dalam Governor's Climate and Forest Task Force (GCF Task Force) di Guadalajara (Estate Jalisco) Mexico pada 31 Agustus-1 September 2016.

 
“Jadi mengapa Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis meminta Bupati Sambas mendampingi beliau saat kegiatan GCF Task Force, karena Sambas punya potensi hutan luar biasa yang bisa dikembangkan. Sehingga ke depan Sambas bisa diharapkan menjadi bagian paru-paru dunia yang bisa menurunkan pemanasan global. Karena saat ini pemanasan didunia sudah meningkat dua derajat,” kata Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc (ARS), kepada wartawan.

Dan apa yang dilakukan Sambas dan Kalimantan Barat pada umumnya. Adalah kesepakatan negara-negara asia, ditengah kurangnya dukungan dari negara-negara maju di Eropa untuk program penurunan pemanasan global yang terjadi.

“Peran dunia diantaranya Eropa. Tidak begitu muncul bahkan tidak mau menandatangani upaya untuk menanggulangi pemanasan global dengan menanam hutan,” katanya.

Guna mewujudkan hal tersebut. ARS bertekad untuk menjadikan Sambas Hijau (Go Green). “Kita ingin setiap rumah menanam minimal lima pohon, supaya bumi hijau. Namun sebelum itu ditujukan kepada warga Sambas. Pertama yang akan kita lakukan, menginstruksikan kepada BLH untuk menghijaukan dulu di Lingkungan Kantor Bupati Sambas,” kata ARS.

Pihaknya juga telah berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi Kalbar dalam rangka mewujudkan Sambas Hijau. “Saya sudah berkomunikasi dengan provinsi untuk program Menghijaukansambas dengan tanaman yang buahnya bisa dinikmati masyarakat luas. Dan provinsi siap kerjasama, tinggal kita membuat programnya dengan baik,” katanya.

Dalam saat kunjungan ke Meksiko (Mexico), ARS juga melihat langsung bagaimana kondisi lingkungan hidup di negara tersebut. Terbentang tanaman sehingga negara tersebut terlihat hijau, ditambah dengan pegunungan yang ada. Ada beberapa kesamaan dengan Sambas. Di Meksiko juga banyak pepaya, melon, nanas. Termasuk cuaca, juga tak jauh berbeda dengan di Sambas.

 “Tapi tak ada durian,” kata ARS bercanda. Dalam Pertemuan tahunan para gubernur dunia yang tergabung dalam Governor's Climate and Forest Task Force (GCF Task Force) di Guadalajara (Estate Jalisco). Menampilkan laporan hasil progres semua

kegiatan masing-masing provinsi dan negara bagian yang menjadi anggota forum sesuai Deklarasi Rio Branco.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Kalbar memaparkan langkah-langkah yang telah dilaksanakan juga memberikan masukan kepada forum. Masukan Cornelis menjadi perhatian para peserta karena mengemukakan sejumlah kearifan lokal (local wisdom) masyarakat Dayak yang secara empiric dialami Cornelis dalam mengelola dan memperlakukan hutan.

Pada sesi talkshow yang dipandu Gubernur Jalisco Aristoteles Sandoval, Cornelis memaparkan bahwa Kalbar sebagai koordinator GCF di Indonesia telah membuat rencana kerja berdasarkan tiga pilar utama. Yakni memperkuat kesatuan pengelolaan hutan, mengendalikan Penggunaan Ruang dan Tata Kelola Ijin, membangun kemitraan dengan pihak swasta untuk memastikan rantai pasok komoditas diproduksi secara berkelanjutan dan ramah lingkungan serta  menjamin pembangunan rendah emisi yang

inklusif dengan keterlibatan aktif masyarakat adat dan petani kecil.(fah)

Berita Terkait