ARS Langsung ke Dirjen

ARS Langsung ke Dirjen

  Sabtu, 17 September 2016 10:55

Berita Terkait

SAMBAS- Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc (ARS) hadir langsung ke Dirjen SDA (Balai Wilayah Sungai Kalimantan I) Kementerian PUPR di Jakarta saat rapat membahas DED Riam Cegat serta realisasi fisiknya bersama Konsultan DED PT Inti Mulya Multi Kencana, Kadis PU Bina Marga, Kepala Bappeda dan Direktur PDAM Tirta Muare Ulakan.

 
Dalam rapat yang dipimpin Kepala Pusat mewakili Dirjen SDA, Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan I. Konsultan memaparkan konsep perencanaan secara detail berikut anggaran yang diperlukan.

Bupati Sambas, ARS diberi kesempatan membuka diskusi dan memberi pernyataan bahwa Pemerintah Kabupaten Sambas siap mendukung program sampai tuntas.

Bupati Sambas juga memberikan apresiasi kepada Dirjen SDA Kementerian PUPR yang konsen terhadap pembangunan sarana air bersih bagi warga Sambas.

Direktur PDAM Kabupaten Sambas, Asriadi ST menyebutkan setelah dipaparkan. Ada respon baik dari pemerintah pusat dalam hal ini Dirjen SDA Kementerian PUPR. “Alhamdulillah usulan yang kami sampaikan kepada Bapak Irriadi yang saat itu masih bertugas di Jakarta pada 2015 direspon dengan baik. Bahkan sekarang ditunjuk sebagai kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan I di Pontianak. Mudah-mudahan harapan kami terealisasi dengan baik dan lancar, dan hasil pemaparan konsultan memang masih ada yang harus disempurnakan,” kata Asriadi, Jumat (16/9).

Menurut Asriadi, hasil penilaian Kepala Pusat bahwa pemaparan dan perencanaan sudah baik. Namun masih perlu disempurnakan untuk validasi nilai serta penghitungan anggaran. Sehingga aspek perencanaan lebih matang serta dikoordinasikan dengan PDAM Kabupaten Sambas.

Disampaikan Asriadi, dari hasil rapat tersebut. Ada lima kelengkapan yang wajid dan secepatnya diurus Kabupaten Sambas. Berkaitan dengan proyek ini, antara lain Surat Izin Pengambilan Air (SIPA), Amdal, pembebasan lahan, UKP/UKL dan yang paling penting adalah izin pakai hutan lindung karena posisi sumber air baku riam cegat dan riam Pencarek Kecamatan Sajingan terletak di hutan lindung.

Berkaitan dengan hasil laporan akhir DED, sebut Asriadi, belum final pada September serta kelengkapan yang dipersiapkan Kabupaten Sambas. Baru akan diurus maka diputuskan Dirjen SDA bahwa melalui Sumber Dana SBSN (Surat Berharga Syariah Negara), fisiknya akan direalisasikan pada 2018.

Mengenai sumber air baku, sebut Asriadi, tak ada masalah. Karena sumber air baku Riam Cegat dan Riam Pencarek masing-masing memiliki debit andalan 148 liter per detik dan 180 liter per detik dengan kualitas air minum menjadi solusi bagi masyarakat Sambas.Diharapkan ketersediaan air yang ada, mampu memenuhi kebutuhan Kecamatan Galing, Sejangkung, Sajad, Tekarang, Sambas, Teluk Keramat, Jawai dan Jawai Selatan. “Dan ke depannya akan terjadi peningkatan cakupan pelayanan. Sehingga seluruh Kecamatan yang ada bisa menikmati air bersih,” kata Asriadi.

Asriadi juga menyampaikan, untuk pembangunan sumber air di Kabupaten Sambas. Mendapatkan nilai plus dari pemerintah pusat. Terlebih dengan hadirnya Bupati Sambas langsung, sebagai bentuk perhatiannya dalam hal air bersih.

Dalam kesempatan yang sama. Kadis PU bersama Kepala Bappeda Kabupaten Sambas. Akan mendukung program tersebut.(fah)

Berita Terkait