Argetina Bikin Lorenzo Gundah

Argetina Bikin Lorenzo Gundah

  Kamis, 31 March 2016 09:05
Jorge Lorenzo

Berita Terkait

SANTIAGO -- Memulai musim dengan sempurna di Qatar, juara bertahan MotoGP Jorge Lorenzo datang ke Argentina akhir pekan ini dengan perasaan gundah. Karakter sirkuit cepat di Termas Rio Honda menjadi momok tersendiri mengingat power mesin bakal berpengaruh besar di sana.

Meski menang, rider yang berdiri di podium kedua Andrea Dovizioso (Ducati) sudah menebar ancaman. Jarak keduanya hanya 2,387 detik begitu melewati chequered flag di Qatar. Siapapun mengakui ketangguhan tanpa tanding Desmosedici GP16 di trek lurus. 

Setelah regulasi baru mengatur pemakaian ECU standar dan ban Michelin menggantikan Bridgestone musim ini, Lorenzo mengatakan bahwa kemenangannya di Qatar tidak berarti apa-apa ketika balapan datang ke Argentina. Karena sirkuit ini selalu menyulitkan pembalap 29 tahun tersebut. Tahun lalu dia hanya finis kelima, sedangkan tahun sebelumnya finis keempat.

’’Setelah kemenangan di Qatar dan mendapat feeling yang bagus di trek, sekarang aku ingin membalap di sirkuit dimana di masa lalu kami mengalami kesulitan,’’ kata Lorenzo dikutip Autosport. Menurutnya, meski kemenangan di seri perdana dia masih perlu memahami perilaku motor dengan paket baru tersebut di trek yang berbeda. ’’Aku harus memastikan bahwa dengan elektronik baru ini motorku bisa cepat di setiap trek,’’ paparnya. 

Rekan setim Lorenzo di Movistar Yamaha Valentino Rossi memenangi dua balapan perdana di Qatar dan Argentina musim lalu. Namun di balapan perdana musim ini, pembalap Urbino, Italia tersebut gagal meraih podium. Direktur Yamaha Massimo Meregalli yakin Argentina sangat cocok dengan Yamaha meski faktor penentu tetaplah ketetapatan memilih kombinasi ban saat race. 
’’Kami telah mengoleksi banyak pengetahuan tentang bagaimana Michelin bisa diawet untuk balapan jarak jauh dari race pertama. Menarik untuk melihat bagaimana data itu akan berlaku di trek lain dimana kami belum pernah melakukan uji coba sama sekali di sana,’’ paparnya. 

Lorenzo juga tengah disorot terkait isu perpanjangan kontraknya dengan Yamaha. Legenda hidup MotoGP Giacomo Agostini mengungkapkan bahwa Audi, sebagai perusahaan induk Ducati, telah mengajukan penawaran “super istimewa” kepada sang juara bertahan. Pernyataan itu tentu bertolak belakang dengan klaim Lorenzo dimana hanya ada tawaran dari Yamaha di mejanya. 

’’Saya berharap Lorenzo mau pindah ke Ducati. Saya mengatakan itu sebagai seorang Italia,’’ kata juara dunia 10 kali tersebut. Ago, panggilan Giacomo, menyebut Ducati tak main-main dengan penawarannya dan siap melakukan apapun untuk mendapat tandatangan dari Lorenzo.

Namun Ago juga ragu apakah Lorenzo punya keyakinan penuh untuk mengganti pakaian balapnya dari biru menjadi merah. ’’Apakah uang besar yang mereka (Ducati) tawarkan akan membuatnya menyerah untuk meninggalkan tim serba lengkap seperti Yamaha? Aku ragu,’’ katanya dilansir Motorsport. (cak)

Berita Terkait