Archandra Menteri Tercepat

Archandra Menteri Tercepat

  Selasa, 16 Agustus 2016 09:30
ARCANDRA TAHAR

Berita Terkait

Presiden Copot Menteri ESDM 

Presiden Joko Widodo resmi memberhentikan Menteri ESDM Arcandra Tahar. Hal ini disampaikan Mensesneg Pratikno dalam jumpa pers di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin malam (15/8). Pemberhentian tersebut menjadikan Arcandra sebagai menteri dengan masa kerja terpendek sepanjang sejarah. Yakni hanya 20 hari. 

“Menanggapi pertanyaan publik status kewarganegaraan Menteri ESDM Arcandra setelah memperoleh informasi dari berbagai sumber, maka Presiden memutuskan untuk memberhentikan dengan hormat Saudara Arcandra Tahar dari posisinya sebagai Menteri ESDM,” ujar Pratikno.

Dalam jumpa pers itu, Pratikno hanya didampingi juru bicara kepresidenan Johan Budi SP. Dia tidak memerinci lebih jauh pertimbangan-pertimbangan pemberhentian Arcandra.

Untuk sementara posisi Arcandra digantikan oleh Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan.

“Menunjuk saudara Menko Kemaritiman sebagai pelaksana tugas dan penangggung jawab menteri sampai diangkatnya Menteri ESDM definitif,” pungkas Pratikno. 

Status kewarganegaraan Menteri ESDM Arcandra Tahar mulai terungkap. Pria 45 tahun itu memang punya dua paspor, Amerika Serikat dan Indonesia. Namun, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H. Laoly menyebut kewarganegaraan Indonesia Arcandra masih sah. Sebelumnya Archandra sempat membantah manyandang status warga negara AS karena dinilai masih memiliki paspor Indonesia.

’’Beliau punya dua paspor, Amerika Serikat dan Indonesia,’’ kata Yasonna kepada wartawan di Lapas Narkotika Cipinang, Jakarta, kemarin (15/8). Meski Indonesia tidak menganut kewarganegaraan ganda, status kewarganegaraan Arcandra tak langsung hilang. Sebab, belum dilakukan pencabutan status kewarganegaraan. 

Kata dia, Ditjen Imigrasi tak bisa serta-merta mencabut paspor Arcandra. Pencabutan paspor harus dilakukan melalui SK Kemenkum HAM. Nah, kini Arcandra disebut telah melakukan sumpah pengembalian kewarganegaraan Amerika Serikat. Dengan kondisi itu, Yasonna menyebut Arcandra masih sah sebagai warga negara Indonesia.

Pernyataan Yasonna itu tidak sejalan dengan pasal 23 UU Kewarganegaraan No 12 Tahun 2006. Sebab, seseorang yang memiliki kewarganegaraan ganda kehilangan statusnya sebagai warga negara Indonesia.

Dalam pasal 9 UU tersebut, seseorang yang telah kehilangan status WNI karena mengucap janji setia kepada negara asing tidak bisa begitu saja mendapatkan kembali status WNI. Termasuk jika seseorang itu telah membuang status kewarganegaraannya yang lama. 

Mereka yang mengajukan permohonan kembali sebagai WNI setidaknya harus sudah bertempat tinggal di Indonesia 5 tahun berturut-turut atau 10 tahun tidak berturut-turut.

(gun/far/c10/dim)

Berita Terkait