Arcandra Berhak Jadi Menteri

Arcandra Berhak Jadi Menteri

  Selasa, 13 September 2016 09:30

Berita Terkait

 JAKARTA – Arcandra Tahar telah dapat menghirup udara bebas sebagai seorang warga negara Indonesia (WNI). Mantan Menteri ESDM tersebut juga mendapatkan berbagai haknya seperti WNI lainnya, termasuk dipilih presiden menjadi seorang menteri.

            Pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis mengatakan bahwa dengan status barunya tersebut, tidak ada seorang pun yang dapat menggugat Arcandra untuk mendapatkan haknya sebagai WNI. Dengan demikian, Margarito mengatakan bahwa polemik kewarganegaraan Arcandra telah selesai.

            “Dia sudah jadi WNI toh? Ya sudah selesai. Jangan ada perdebatan lagi,” kata Margarito, kemarin (12/9).

            Namun pria yang pernah menjadi Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) tersebut menekankan bahwa hal tersebut dapat dijamin apabila Arcandra telah menanggalkan status kewarganegaraan Amerika Serikat (AS) yang sempat dia miliki. “Pastikan dulu Arcandra sekarang hanya merah putih, tidak ada yang lain. Karena Indonesia tidak mengakui status dwikewarganegaraan,” ujarnya.

            Soal isu Arcandra akan kembali ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjabat Menteri ESDM, Margarito menuturkan bahwa hal tersebut juga tidak perlu diperdebatkan. Alasan pertama, karena Arcandra telah berstatus WNI lalu yang kedua, penunjukan warga negara sebagai menteri merupakan hak prerogatif presiden.

            “Nggak ada masalah dengan polemik pemecatan Arcandra sebagai Menteri ESMD yang lalu. Presiden berhak memilih dan memecat menterinya sendiri,” tuturnya.

Sebelumnya, masalah dwikewarganegaraan Arcandra sempat menjadi perdebatan publik. Arcandra terbukti memiliki dwikewarganegaraan: Amerika Serikat dan Indonesia saat ditunjuk sebagai Menteri ESDM. Merespon persoalan ini, Presiden Jokowi memberhentikan Arcandra dari jabatan Menteri ESDM.  (dod)

Berita Terkait