Arabian Travel Mart 2016, Indonesia Coba Geser Malaysia

Arabian Travel Mart 2016, Indonesia Coba Geser Malaysia

  Kamis, 21 April 2016 21:32
www.arabiangazette.com

Berita Terkait

KEMENTERIAN Pariwisata, bersama pelaku industri pariwisata, akan tampil di Arabian Travel Mart (ATM) 2016 di Dubai International Convention dan Exhibition Centre (DICEC) Uni Emirat Arab (UEA) 25-28 April.

Ini keikut-sertaan Indonesia kali ke-14, dan Kemenpar akan memboyong 52 industri pariwisata, yang terdiri dari operator tur, restoran, dan perhotelan. Kemenpar akan mengusung tema 'Perjalanan Keluarga.'

"Semua mengemban misi menjual produk destinasi pariwisata Indonesia kepada calon wisatawan dari Timur Tengah," kata Nia Niscaya, Asisten Deputi Promosi Pariwisata Eropa, Timur Tengah, Amerika , dan Afrika  Kementerian Pariwisata.

Menurut Nia, keuntungan mengikuti event ini adalah Indonesia bisa membangun jaringan dengan berbagai pemangku kepnetingan yang terlibat dalam industri pariwisata global. Ia juga mengatakan ATM 2016 adalah peluang Indonesia untuk tumbuh lebih baik.

Lebih spesifik lagi, masih menurut Nia Niscaya, Indonesia sedang berusaha melampaui Malaysia dalam perolehan wisatawan asal Timur Tengah.

"Setiap tahun, Malaysia kedatangan 300 ribu wisatawan Timur Tengah, dan Thailand 800 ribu," kata Nia. "Kita masih di bawah Malaysia. Padahal, pasar Timur Tengah masih sangat besar."

Pengeluarkan wisatawan Timur Tengah jauh di atas rata-rata wisatawan mancanegara lainnya, yaitu 1.190 dolar AS. Durasi tinggal mereka juga rata-rata 8,5 hari,

Di Dubai, Indonesia membidik wisatawan keluarga yang berlibur antara dua sampai tiga bulan selama musim panas, dengan jumlah anggota keluarga yang besar.

"Wisatawan Timur Tengah berpotensi mengisi target pertumbuhan 12 persen per tahun, dan 20 juta pengunjung pada tahun 2019," kata Nia.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengingatkan jajarannya untuk memperkuat penjualan destinasi Lombok, NTB, di Dubai. Setelah Lombok menjadi World Halal Destination dan Halal Honeymoon tahun 2015, posisi destinasi itu sangat jelas.

"Di Dubai, kita bisa mendongkrak penjualan paket wisata halal," katanya.**

Berita Terkait