April-September, Ketapang Rawan Karhutla

April-September, Ketapang Rawan Karhutla

  Sabtu, 16 April 2016 09:14
KEBAKARAN LAHAN: Gubernur Kalbar Cornelis saat meninjau kebakaran lahan di Kabupaten Ketapang, akhir tahun lalu. kabupaten ini sempat menjadi sorotan lantaran titik apinya terparah dalam karhutla lalu. BERITAKALIMANTAN.CO

Berita Terkait

KETAPANG – Kepala  Stasiun Meteorologi Ketapang, Nur Alim, mengingatkan sepanjang April hingga September, wilayah Ketapang akan rawan terjadi bencana kebakaran lahan dan hutan. Meskipun, tak dipungkiri dia, belum ada titik api di wilayah Kabupaten Ketapang. Peringatan tersebut disampaikan dia mengingat rentang waktu tersebut memasuki musim kekeringan.

Ia menjelaskan, sejak April hingga Mei akan terjadi musim pancaroba, sedangkan musim kering akan terjadi sepanjang Juni hingga September. "Namun kebakaran rawan terjadi sejak April. Sebab lahan gambut sudah mulai mengalami kekeringan saat ini," katanya, kemarin (15/4).

Pihak Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG) sendiri, dipastikan dia, sudah memberikan peringatan dini kepada pihak terkait yang ada di Ketapang. Dia menambahkan jika potensi rawan terjadinya kebakaran lahan akan terjadi sejak April hingga September.

Untuk itu, ia meminta kepada semua elemen yang ada di Ketapang dapat mewaspadai kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Karena lahan yang kering, menurut dia, sangat mudah terbakar, terlebih lahan gambut. "Tapi sampai saat ini belum ada satu pun titik api di Ketapang," jelasnya.

Untuk potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan sendiri, diprediksi dia akan dominan terjadi di bagian selatan Ketapang. Hal ini, menurut dia, diperparah dengan bagian selatan Ketapang yang ketersedian airnya masih minim.

"Tapi karena perusahaan yang ada di Ketapang beserta masyarakat komitmen mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan dengan membuat tempat penyimpanan air, tentu kita optimis tahun ini stok air akan tersedia untuk antisipasi terjadinya kebakaran lahan dan hutan," terangnya.

Sementara itu, menyikapi peringatan BMKG Ketapang mengenai rawan karhutla, mantan Ketua Kelompok Pecinta Alam (KPA) Ketapang, Raden Mon, meminta semua pihak serius menanggapinya. Apalagi, dia menambahkan, semua instansi terkait serta perusahaan berkomitmen mengatasi bencana kebakaran.

"Jangan sampai kebakaran lahan dan hutan terjadi lagi, dampaknya merugikan banyak pihak dan berbagai bidang, makanya kita berharap peringatan dapat diperhatikan dan jadi warning dini untuk penanggulangannya," terangnya.

Apalagi, sebelumnya, dia mengingatkan berbagai elemen seperti kepolisian, TNI, pemerintah daerah, hingga perangkat desa, dan pihak terkait lainnya telah mendeklarasikan siaga api, sehingga diharapkan semua pihak yang ada berperan aktif. Harapan dia, deklarasi tersebut tidak hanya menjadi simbol atau formalitas saja.

"Semuanya harus bekerja sama, jangan deklarasi hanya sebatas formalitas, harus ada keseriusan guna menanggulangi dan mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan dan hutan yang berdampak buruk bagi banyak orang," tukasnya. (afi)

Berita Terkait