Apresiasi Sultan Pontianak Gelar Gerak Jalan Santai

Apresiasi Sultan Pontianak Gelar Gerak Jalan Santai

  Jumat, 20 Oktober 2017 10:00

Berita Terkait

DI Kalangan Keluarga Keraton Kadriah Pontianak, Drs Suhadi Sw MSi bukanlah orang lain. Ia adalah anak angkat dari Bunda Laha besan dari Alhmarhum Sultan Syarif Abu Bakar Alqadrie. 

Ketika Suhadi Sw masih bujangan, ia tinggal di Kampung Arab bersama Kakanda Drs  Syarief Ismail Alqadri, Adinda Syarief Hasan Alqadrie dan para Adinda lainnya. Suhadi Sw ikut bangga ketika Sultan Pontianak Syarief Malvin Alqadrie menyelenggarakan kegiatan gerak jalan santai. 

"Mudah-mudahan melalui kegiatan olah raga dan kegiatan budaya, keberadaan Kesultanan Pontianak semakin eksis dan semakin dirasakan keberadaannya oleh masyarakat Kota Pontianak," kata Suhadi.

Dimulai dari kegiatan olah raga diharapkan dapat mengangkat marwah Kesultanan Kadriah Pontianak. Ke depan Kesultanan Pontianak bisa kembali berjaya seperti tempo dulu, sebagai pusat syiar agama, pusat budaya dan pusat perekonomian Kota Pontianak.

Untuk mewujudkan hal itu tidak bisa serta merta tetapi masyarakat sekitar harus mendukungnya, diantaranya menolak kegiatan kegiatan yang melanggar norma hukum dan atau norma agama.

Ketika Drs Suhadi Sw MSi dipercaya menjadi Plt Kapolresta Pontianak, melakukan patroli malam hari di sepanjang Sungai Kapuas menemukan sederet sepeda motor parkir di Jalan Kapuas Besar, ketika ditanyakan penjaga parker kalau pemilik sepeda motor tersebut menyeberang ke Beting.

Hal ini menunjukkan, termarjinalkannya masyarakat Beting bukan karena orang Beting, tetapi justru karena orang di luar Beting. Bagaimana membersihkan Stigma Negatif Beting? Satu diantaranya disebutkan Suhadi, melalui kepedulian masyarakat setempat untuk menolak kegiatan kegiatan negatif yang ada di Beting.

Mengajak para Seniman atau mungkin budayawan untuk melakukan pendekatan budaya melalui penggelaran tarian khas masyarakat setempat seperti Jepin, Tanjidor, Hadrah dan sebagainya. Demikian juga para habaib, kyai, ustadz, para sesepuh dan pinisepuh Kesultanan Kadriah Pontianak untuk dilibatkan. Sehingga mereka secara sinergi dan bersama-sama membangun dan mengembalikan kejayaan Beting seperti tempo dulu.

Pemerintah Kota Pontianak melalui Camat Pontianak Timur menggelar acara dipusatkan di halaman Keraton Kadriah atau Halaman Masjid Jami' Pontianak. Kalau semua pihak berjalan secara sinergi, permasalahan Beting dapat terselesaikan dengan baik. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengembalikan kejayaan Beting seperti tempo dulu, sangat tergantung dari Politicall Will dan kepedulian masyarakat setempat. (arf)

Berita Terkait