APBD 2015, Terdapat Silpa Rp9,11 Miliar

APBD 2015, Terdapat Silpa Rp9,11 Miliar

  Kamis, 31 March 2016 09:22
LAPORAN: Wagub Kalbar Christiandy Sanjaya menyerahkan laporan keterangan pertanggungjawaban akhir tahun anggaran 2015. IST

Berita Terkait

PONTIANAK - Penerimaan pembiayaan daerah Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat tahun anggaran 2015 sebesar Rp134,60 miliar. Hal ini mengindikasikan terjadi kelebihan pembayaran penerimaan pembiayaan daerah yang dimanfaatkan untuk penyertaan modal sebesar Rp75 miliar.

“Dari perhitungan antara pendapatan dan belanja daerah terdapat sisa lebih perhitungan anggaran tahun 2015 sebesar Rp9,11 miliar,” ujar Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya saat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan tahun anggaran 2015 kepada DPRD Provinsi Kalbar, Selasa (29/3).

Secara rinci Christiandy menjelaskan APBD tahun 2015 ditetapkan dengan Perda Nomor 11 Tahun 2014 dan APBD Perubahan berdasarkan Perda Nomor 6 Tahun 2015. Pendapatan daerah dalam APBD murni direncanakan sebesar Rp4,57 triliun. Tetapi setelah perubahan APBD berkurang menjadi Rp4,36 triliun. Terjadi penurunan sebesar Rp214 miliar atau 4,69 persen. 

“Realisasi pendapatan sebesar Rp4,075 triliun,” kata Christiandy.

Christiandy mengatakan belanja daerah pada APBD murni direncanakan sebesar Rp4,57 triliun. Setelah perubahan tahun anggaran 2015 menjadi Rp4,41 triliun atau turun sebesar Rp159 miliar atau 3,49 persen. Hal ini merupakan rasionalisasi terhadap realisasi pendapatan pada 2015.

“Realisasi belanja sebesar Rp4,12 triliun atau 93,42 persen,” ungkap Christiandy.

Realisasi belanja tersebut berasal dari belanja tak langsung dan belanja langsung. Belanja tak langsung direncanakan Rp2,64 triliun tetapi realisasinya Rp2,61 triliun.  Belanja langsung direncanakan Rp1,76 triliun tetapi realisasinya Rp1,5 triliun.

Menurut Christiandy, berkenaan dengan penyelenggaraan urusan wajib dan urusan pilihan tahun lalu dianggarkan belanja dengan total Rp4,41 triliun. Dari jumlah tersebut yang diperuntukkan bagi urusan wajib sebesar Rp4,04 triliun, yang terdiri atas belanja langsung Rp1,36 triliun dan tak langsung Rp2,68 triliun.

“Belanja untuk urusan pilihan dianggarkan Rp373,38 miliar yang terdiri atas belanja tak langsung Ro124,30 miliar dan belanja langsung Rp249,07 miliar,” tutur Christiandy. (uni)  

Berita Terkait