Apapun Pembangunannya, Warga Harus Mengetahuinya

Apapun Pembangunannya, Warga Harus Mengetahuinya

  Kamis, 30 June 2016 09:30
MUSYAWARAH DESA: Kades Desa Sutera terpilih, Ripa’i, ketika memimpin musyawarah bersama Camat Sukadana, serta mengumpulkan masyarakat Desa Sukadana di Balai Desa, Selasa (28/6). DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

 
Kepala Desa (Kades) Sutera terpilih, Kecamatan Sukadana, Ripa’i, menggelar Musyawarah Desa. Pertemuan itu sendiri dilaksanakan dia, selain untuk memperkenalkan diri, juga mendengarkan aspirasi dari masyarakatnya secara langsung, terkait perencanaan pembangunan Desa Sutera dalam masa jabatannya.

DANANG PRASETYO, Sukadana

“BAPAK-Ibu semua ke sini (Musyawarah Desa, Red), selain memperkenalkan diri saya sebagai Kepala Desa Sutera yang baru, dan juga ingin langsung ingin mendengarkan langsung apa saja keluhan dari Bapak-Ibu selama ini. Selain itu, untuk saran dan kritik demi membangun desa kita ke depannya, agar lebih baik lagi,” ujar Sang Kades dalam pertemuan yang berlangsung Selasa (28/6) lalu tersebut.

Adapun yang hadir dalam musyawarah  tersebut, Camat Sukadana Syahrial Solihin, Ketua BPD Sutera beserta anggotanya, para kepala dusun, para ketua RT, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tokoh pemuda yang ada di Desa Sutera.

“Saya tidak mau pembangunan di desa kita tidak diketahui oleh warga setempat. Saya menginginkan masyarakat memiliki akses yang luas dan hak yang sama dalam menentukan arah pembangunan di tempat tinggalnya,” ungkap Ripa'i

Mantan Anggota DPRD ini juga mengharapkan adanya sinergisitas dan sinkronisasi antara arah kebijakan  pembangunan Pemerintah Kabupaten dan pemerintah Desa sehingga dapat menghilangkan ego sektoral. “Dalam Musrenbang Desa  semua masyarakat harus ikut terlibat. Juga dalam membuat RPJMDes, RKPDes, dan APBDes masyarakat Desa Sutera harus mengambil andil. Dan jangan sampai ada maslah dikemudian hari,” terang Ripa'i.

Sementara itu, Camat Sukadana Syahrial Sholihin, saat menyampaikan sambutannya, mengatakan bahwa Desa Sutera yang terletak di ibukota Kabupaten Kayong Utara, merupakan barometer keberhasilan pembangunan desa yang ada di kabupaten ini. “Kalau bicara tolak ukur ada dua, berhasil atau tidak berhasil? Kalau kita berhasil, maka tolak ukur itu akan memberikan dampak positif bagi Desa Sutera sebagai desa yang berkembang. Tapi kalau Desa Sutera umpamanya tolak ukurnya  tidak bisa berkembang, maka akan berdampak terhadap desa yang lainnya, juga yang berada di Kecamatan Sukadana ini,” terang Syahrial

Dirinya menjelaskan bahwa masyarakat sebenarnya menginginkan perubahan. Dia yakin masyarakat ingin adanya perkembangan setiap pergantian kepemimpinan setiap kepala desa.

Di tempat yang sama, Nazif, salah seorang masyarakat yang ikut hadir dalam musyawarah tersebut, sangat bahagia dan bangga karena mendapatkan undangan resmi dari kepala desa. Karena, menurutnya, sudah lama dia tinggal di Desa Sutera, baru kali ini merasa diundang langsung oleh desa.  “Sudah 7 tahun tinggal di sini, tapi baru kali ini saya dilibatkan oleh Desa Sutera. Saya merasa senang dan bangga karena bisa hadir dan duduk bersama dalam suasana musyawarah kali ini,” ungkapnya. (*)

Berita Terkait