Antisipasi Penanggulangan Karhutla

Antisipasi Penanggulangan Karhutla

  Sabtu, 9 April 2016 10:05
TINJAU: Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus berserta perwakilan Mabes TNI dan Polri meninjau sejumlah perlengkapan pemadam kebakaran yang dimiliki sejumlah instansi pemerintahan dan swasta. ASHRI ISNAINI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

KUBU RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mendukung penuh upaya antisipasi sekaligus penanggulangan kebakaran hutan dan lahan yang tengah digencarkan pemerintah pusat. Salah satu cara yang dilakukan pemerintah daerah setempat untuk menekan terjadinya kasus kebakaran hutan lahan seperti dengan mempersiapkan personil di lapangan termasuk meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait lainnya.

“Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, saya mengimbau agar setiap instansi pemerintah terutama di Kubu Raya bisa meningkatkan kesiapkesiagaan dalam menangani bencana kebakaran hutan dan lahan,”kata Hermanus usai memimpin apel kesiapsiagaan pelatihan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis (7/4).

Upaya latihan penanggulangan karhutla itu menurutnya merupakan salah satu langkah meningkatkan kesiapsiagaan semua pihak seperti TNI, Polri, dan juga sipil seperti Manggala Agni, BPBD, dan SAR, pemadam kebakaran swasta, serta kelompok masyarakat peduli api.

“Kami juga ingin mengetahui sejauh mana sarana dan prasarana perlengkapan pendukung dalam melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan,”ucapnya.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Hermanus sangat mengapresiasi Pelatihan kesiapsiagaan kebakaran hutan dan lahan tersebut merupakan kerjasama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bersama Mabes TNI, Kodam XII Tanjungpura dan Kodam 1207 BS. “Saya berharap kegiatan seperti ini bisa terus ditingkatkan dan bisa memberikan motivasi dalam rangka menanggulangun setiap permasalahan khususnya musibah kebakaran hutan dan lahan khususnya di Kubu Raya, dan Kalbar pada umumnya,” ucapnya.

Melihat kian baiknya koordinasi lintas sektor dalam mengantisipasi terjadinya karhutla, Hermanus berharap tahun ini dan selanjutnya tidak lagi ditemukan titik api di Kubu Raya, apalagi pemerintah daerah setempat telah melakukan sosialisasi, edukasi, dan pendampingan kepada masyarakat.
Adapun larangan-larangan kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan, namun disisi lain pihaknya tetap memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana caranya membuka lahan dengan sistem ramah lingkungan.

Sementara itu, Dandim 1207/BS Pontianak, Kolonel Jacky Areisetanto menambahkan saat peran TNI kian meningkat dalam melakukan kerjasama dengan instansi terkait, serta kelompok masyarakat, termasuk juga dengan badan usaha yang ada di wilayah teritorial.
”Kami juga memiliki tim patroli terpadu yang beranggotakan Babinsa, Babinkamtibmas, Manggala Agni  ditambah masyarakat peduli api yang dilakukan secara rutin setiap hari ke tempat-tempat potensi api seperti di tanah yang kering, dan sangat kering yang di plot dengan bendera merah, dan pakai GPS yang kemudian di data,” ungkapnya. (ash)

Berita Terkait