Antisipasi Flu Burung

Antisipasi Flu Burung

  Senin, 4 April 2016 09:45
VAKSIN: Meski belum ditemukan, peternak pun waspada. Sejauh bertahan dengan vaksinasi. ISTIMEWA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

MEMPAWAH- Virus flu burung atau H5N1 sedang mengancam Kalimantan Barat, termasuk Kabupaten Mempawah. Para peternak ayam mengaku sangat khawatir dengan ancaman penyakit mematikan itu. Peternak berharap dinas terkait dapat melakukan langkah-langkah antisipasi yang efektif dilapangan.

“Sangat khawatir ketika mendengar adanya virus flu burung. Kami trauma dengan serangan virus flu burung beberapa tahun lalu. Ribuan ternak ayam mati dan kami mengalami kerugian yang besar,” lirih Ryan, salah seorang peternak ayam daging di Mempawah, Jumat (1/4) pagi.

Sejauh ini, dirinya mengaku secara rutin melakukan tindakan antisipasi serangan virus flu burung terhadap ternak ayam miliknya. Caranya dengan melakukan perawatan terhadap ternak dan merawat kebersihan kandang secara rutin.

“Belum ada tindakan khusus untuk mengantisipasi flu burung. Hanya perawatan rutin saja seperti memberikan obat dan vitamin terhadap ayam dan membersihkan kandang dengan penyemprotan,” ujarnya.

Karenanya, dia berharap petugas peternakan dapat meningkatan sosialisasi dan penyuluhan kepada para peternak. Terutama berkaitan dengan langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi virus flu burung.

“Selama ini kami hanya melakukan cara-cara tradisional untuk merawat ayam. Tentunya petugas jauh lebih berpengalaman dalam mengantisipasi dan menanggulangi flu burung. Kami berharap ada sosialisasi atau penyuluhan, agar kami dapat menjaga ternak dari ancaman penyakit,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan (DP3K) Mempawah, drh. Buntaran mengaku saat ini pihaknya sedang melaksanakan penyuluhan bahaya flu burung dilingkungan masyarakat khususnya peternak ayam.

“Langkah antisipasi sudah dilakukan dengan melaksanakan penyuluhan kepada peternak. Melalui penyuluhan itu, kami mengingatkan agar peternak meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman flu burung,” katanya.

Selain penyuluhan, sambung Buntaran, pihaknya pun telah berkoordinasi dengan jajaran diatasnya untuk memperketat pengawasan lalu lintas unggas. Terutama dari daerah-daerah yang berpotensi memiliki kasus flu burung.

“Untuk sementara ini, kami melarang masuknya unggas dari luar wilayah Kalimantan Barat. Kita perketat keluar masuk unggas, agar virus flu burung tidak masuk ke daerah ini,” tegasnya.

Buntaran pun menghimbau para peternak dan masyarakat pro aktif melakukan pengawasan dilingkungannya. Jika menemukan adanya gejala atau kasus flu burung, maka segera laporkan kepada petugas peternakan terdekat.

“Kami minta dukungan dan kerjasama dari masyarakat dan peternak. Jika menemukan kasus flu burung, maka segera laporkan. Agar petugas dapat melakukan penanganan dan tindaklanjut dilapangan,” pungkasnya.(wah)

Berita Terkait