Antara Mudah & Sulit TIDUR

Antara Mudah & Sulit TIDUR

  Minggu, 13 March 2016 08:26

Berita Terkait

Tidur merupakan bagian dari kebutuhan hidup manusia. Bila Anda kurang tidur, maka berhati-hatilah bahwa berbagai keluhan mulai menyerang. Tak  hanya sekadar ngantuk, kurang tidur juga menyebabkan konsentrasi berkurang, dan mudah marah. Begitu pula jika kelebihan tidur, akan kesulitan penurunan berat badan serta gangguan kesehatan lainnya.

Oleh : Marsita Riandini

Ditengah kemajuan zaman saat ini, banyak orang yang waktu tidurnya menjadi berkurang. Berbagai faktor penyebabnya, dari yang lembur bekerja, hingga stress yang melanda. Kurang tidur tentu menimbulkan respon pada tubuh, terutama saat bekerja. Rasa kantuk menjadi musuh utama, sehingga menyebabkan kehilangan konsentrasi bahkan tak jarang membuat orang menjadi mudah marah. “Tidurnya sekarang suka larut malam. Nggak tahu kenapa. Mungkin pengaruh keasyikan sosmed kali ya, suka lupa waktu,” ucap Susanti (25 th).

Mengantisipasinya, Susan memilih menjauhkan handphone dari tempat tidurnya, tak jarang pula dia memilih mematikannya. “Kalau HP di dekat kita khan jadi suka ganggu fokus untuk pejamkan mata. Apalagi kalau ada pesan yang masuk, terutama di grup. Kalau nggak dimatikan ya di silent-kan,” terang warga Jalan Karimata ini.

Dian Puspitasari (25 th) juga merasakan hal yang sama. Kadang kala dia harus terjaga sampai tengah malam disaat orang lain sudah nyenyak tidur. “Kadang memikirkan sesuatu yang bikin susah tidur,” jelas dia.  Setiap harinya dia bisa tidur 6 sampai 8 jam perhari. Tetapi pada kondisi tertentu, dia bisa tidur hanya empat jam saja. “Perasaan tuh gelisah, ini yang bikin susah tidur,” katanya. Akibatnya sakit kepala pun tak terhindarkan. Ibu rumah tangga ini pun berusaha menyiasati bila gangguan tidur menyerang dengan merilekskan pikirannya. “Berusaha jangan terlalu menjadikannya beban, kadang juga butuh penyegaran seperti liburan,” ungkapnya.

Meriani (28 th) mengaku kesulitan untuk tidur di awal waktu. “Kalau tidurnya tengah malam, bangunnya juga seharusnya lebih siang. Cuma khan nggak mungkin, sebab saya harus bekerja paginya. Jadinya itu yang suka malas-malasan kalau di tempat kerja. Mungkin akibat mengantuk,” ungkapnya.

 

Menyiasati rasa kantuk yang menyelimuti, dia biasanya mendengarkan musik sambil ikut bernyanyi. Jika tidak, dia berusaha menyibukkan diri dengan pekerjaan. “Kalau lagi ngantuk itu tidak bisa dibiarkan, nanti makin tambah ngantuk,” ungkapnya penjaga toko ini.

Dia mengaku juga pernah tidur lebih dari 8 jam, terutama di hari libur. “Kalau hari libur itu biasanya bangunnya lebih siang. Tapi nggak terlalu siang benar sih. Soalnya nanti kepalanya yang jadi pusing,” pungkasnya. **  

Berita Terkait