Anjing Teriak Positif Rabies

Anjing Teriak Positif Rabies

  Jumat, 18 March 2016 09:18
(Sumber: Disnakeswan Kalbar)

Berita Terkait

PONTIANAK - Sebelas warga Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang menjadi korban gigitan anjing. Hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan anjing-anjing yang menggigit tersebut positif rabies.

“Sampel otak anjing-anjing yang menggigit sudah diperiksa di laboratorium dan hasilnya positif rabies,” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar, Abdul Manaf Mustafa, Kamis (17/3). 

Manaf menjelaskan peristiwa bermula ketika ada penduduk yang berburu hingga ke kawasan yang berbatasan dengan Kalimantan Tengah. Ia membawa anjing. Kemudian setelah pulang berburu, anjing tersebut menggigit anjing lain di Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang. Pada 2 Maret hingga 7 Maret lalu, 11 warga desa tersebut digigit anjing.

“Diperkirakan anjing yang dibawa berburu itu digigit oleh anjing lain di perbatasan Kalteng. Saat ke Kecamatan Teriak, anjing itu menggigit anjing di sana,” jelas Manaf.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar bersama instansi terkait di Bengkayang langsung mengambil tindakan. Anjing-anjing milik warga di kecamatan tersebut divaksin. Begitu pula korban gigitan, diberi vaksin antirabies (VAR). 

Manaf bersyukur pengendalian rabies di Kabupaten Bengkayang berjalan dengan mudah dan lancar. Masyarakat di sana memiliki kesadaran dan sudah mengetahui bahayanya rabies. Mereka ikut membantu dengan memusnahkan anjing-anjing liar.

“Warga juga tak menolak anjingnya divaksin. Berbeda ketika awal kasus gigitan anjing terjadi di Kalbar, masih ada warga yang menolak anjingnya divaksin,” ungkap Manaf.

Kasus gigitan terjadi pertama kali di Kalbar pada September 2014. Kemudian berkembang dengan cepat. Ketika itu kasus rabies terjadi di Melawi, Sintang, Kapuas Hulu, dan Ketapang. Kabupaten-kabupaten tersebut berbatasan langsung dengan Kalimantan Tengah.

Dari September 2014 hingga Agustus 2015 terjadi 732 kasus gigitan anjing dengan korban jiwa 19 orang. Tindakan pengendalian pun dilakukan. Upaya ini membuahkan hasil dan tak terjadi kasus gigitan dari September 2015 hingga Februari 2016. Pada 2 hingga 7 Maret 2016  terjadi 11 gigitan di Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang.

Manaf mengimbau seluruh masyarakat Kalbar tak membawa anjingnya berburu ke perbatasan Kalteng. Masyarakat juga diminta tak memasukkan anjing dari provinsi tersebut.

“Saat ini kami terus melakukan sosialisasi dan penyuluhan pada daerah-daerah rawan tertular rabies. Kemarin baru dilakukan sosialisasi di Nanga Silat, Kapuas Hulu,” jelas Manaf.

Ia menambahkan pada tahun ini dianggarkan dana Rp300 juta dari APBD Provinsi Kalbar untuk penanganan rabies. Kalbar juga mendapatkan dana hampir Rp1 miliar dari APBN untuk vaksin dan operasional petugas yang menangani rabies.

“Berkenaan dengan sertifikat Kalbar bebas rabies, belum ada pencabutan hingga saat ini. Karena pemerintah pusat menganggap Kalbar mampu mengendalikannya,” tutur Manaf. (uni) 

Berita Terkait