Anjing Rabies Mangsa Anak

Anjing Rabies Mangsa Anak

  Selasa, 17 January 2017 09:30
(sumber DISTAN Kapuas Hulu)

Berita Terkait

Kasus Masih Tinggi

Kasus Gigitan HPR di Kapuas Hulu 108 kasus

Dua Korban gigitan HPR

- Landau Ipoh Desa Nanga Awin

- Danau Kayan Putussibau Kota

STATUS

tanggap darurat belum dicabut *VAR Hanya Ada 66 Vial

PUTUSSIBAU—Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu kembali menemukan kasus gigitan Hewan Penyebar Rabies (HPR). Kali  ini ditemukan Dusun Landau Ipoh Desa Nanga Awin dan Danau Kayan Kelurahan Putussibau Kota, kedua korban gigitan HPR ini merupakan anak-anak.

Untuk itu warga Putussibau diminta waspada,mengingat banyak anjing yang berkeliaran di kota Putussibau.

Meskipun Dinas Pertanian belum bisa memastikan apakah HPR yang menggigit korban itu dipastikan positif rabies atau tidak, itu perlu diwaspadai warga Putussibau. Senin (16/1), Maryatingsih, abid Peternakkan Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu membenarkan dia sudah menerima laporan adanya warga yang digigit HPR.

“Kemarin kami dapat laporan ada dua warga digigit anjing,” ucapnya.

Berdasarkan laporan masyarakat, kata perempuan yang karib disapa Ningsih ini, warga yang terkena gigitan HPR itu berasal dari Landau Ipoh Desa Nanga Awin dan Danau Kayan Kelurahan Putussibau Kota, korban gigitan HPR ini merupakan anak-anak.

Untuk warga Kelurahan Putussibau Kota tersebut bernama Riski, ia digigit anjing, Jumat (13/1),ia digigit saat jalan ke Desa Pala Pulau Putussibau Utara.

Untuk korban gigitan HPR,sementara untuk kasus gigitan anjing yang kedua ini (Nanga Awin), Ningsih mengaku belum mendapat informasi siapa nama korban yang digigit anjing tersebut.

“Saya juga ada mendapat laporan jika warga Nanga Win ini berobat ke Puskesmas Kecamatan Putussibau Utara. Keluarga korban melaporkan jika ada keluarganya digigit anjing sekitar seminggu yang lalu,” ucapnya.

Namun, sambung dia, anjing yang menggigit warga Nanga Awin ini sebelumnya pernah menggigit orang dewasa. Lebih lanjut Ningsih, untuk memastikan kasus ini apakah benar Rabies atau tidak, pihaknya sudah mengirimkan PPL untuk mengecek kebenaran kejadian tersebut. Hingga saat ini untuk kasus gigitan HPR di Kapuas Hulu berjumlah 108,sementara jumlah vaksin HPR sendiri tak ada.

 “Kami tengah kesulitan Vaksin Anti Rabies (VAR). Hingga hari ini jumlah vaksin kami sudah habis, sementara masih ada beberapa desa yang belum kami lakukan vaksinansi,”paparnya.

Saat ini, kata dia, status Kapuas Hulu masih dalam status tanggap darurat. Status ini belum bisa dicabut karena pihaknya masih menunggu hasil rapat tim nantinya.

“Status tanggap darurat belum dicabut,”jelasnya.

Terpisah, Ade Hermanto Kabid Pemberantas Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) pada Dinas Kesehatan Kapuas Hulu mengatakan, pihaknya sudah mendapat informasi adan kasus gigitan HPR di Danau Kayan Kelurahan Putussibau Kota. “Kasusnya lagi ditangani, anjingnya sedang kami periksa,” ucapnya.

Dia berharap, mudah-mudahan kasus gigitan HPR tersebut tidak mengarah kepada Rabies.

Pria yang aktive diorganisasi pramuka ini mengatakan, saat ini jumlah VAR untuk manusia ditempat mereka (Dinas Kesehatan) terbatas, kini hanya ada 66 vial.

“VAR untuk manusia sudah terbatas. Tentu kami berharap ada pasokan VAR,” ucapnya. Mengingat, kasus gigitan HPR masih terus terjadi. Bahkan, kini sudah mulai merambah ke pusat kota Putussibau yang banyak anjing berkeliaran.(aan)

Berita Terkait