Angin Kencang Menerjang Pontianak, Sedikitnya 25 Rumah Rusak Parah

Angin Kencang Menerjang Pontianak, Sedikitnya 25 Rumah Rusak Parah

  Rabu, 31 Agustus 2016 09:30
ATAP ROBOH : Salah satu atap ruko di Jalan Gusti Hamzah terbang ditiup angin kencang, Selasa (30/8). Atap ruko menimpa pohon dan kios kecil di dekat ruko, reruntuhan atap ruko juga menutupi sebagian badan jalan dan menyebabkan kemacetan di jalan tersebut. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Angin kencang dan hujan deras yang melanda Kota Pontianak Selasa (30/8) sore menyebabkan belasan rumah rusak parah. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak Aswin Taufik mengungkapkan, selain rumah, sejumlah pohon di beberapa wilayah di Kota Pontianak tumbang. "Beberapa rumah rusak dan pohon-pohon tumbang," ujarnya saat dihubungi Pontianak Post, Selasa (30/8) sore.

Seperti di Jalan Apel  tepatnya di Gang Timun 2, Gang Pisang Berangan, dan Gang Pisang Raja, Kelurahan Sui Jawi Luar, Kecamatan Pontianak Barat, di sana kurang lebih ada 25 rumah yang terdampak angin kencang dengan jumlah atap seng yang rusak mencapai ratusan keping. 

Lalu di Gang Pala 1a dan 1b ada sekitar enam rumah dengan puluhan atap seng yang rusak. Ditambah di Gang Alpukat, Gang Jariah 2, Gang Indrayanti dan Gang Kuini 1 ada sekitar sembilan rumah yang atapnya ikut tersapu angin.

Selain itu, menurutnya angin kencang juga melanda di wilayah Kelurahan Sungai Jawi Dalam, Pontianak Barat tepatnya di Jalan HR Arrahman samping Gang Gunung Gede. "Di sana kabel-kabel telepon banyak yang putus, serta atap seng di beberapa rumah juga lepas tertiup angin," katanya.

Kemudian di beberapa lokasi lain juga terdampak anging kencang, seperti di Jalan Pancasila, Pontianak Kota dimana atap rumah toko (ruko)  terbang hingga ke badan jalan. Lalu di Kelurahan Banjar Serasan juga ada satu rumah yang terdampak dan beberapa rumah lagi di wilayah Pontianak Utara dan Timur.

"Rumah radakng juga sebagian mengalami kerusakan, dinding-dindingnya sampai copot, lalu di Jalan Ampera, Pontianak Kota beberapa pohon ada yang tumbang," paparnya.

Salah seorang pemilik rumah, Juanda (33) mengatakan, angin bertiup kencang dari arah timur pada pukul 15.00. Angin tersebut menghempaskan atap dan dinding rumahnya. Seketika itu dia berlari keluar rumah demi menyelamatkan istri dan satu anaknya. “Kami berdua langsung berlari keluar rumah, menyelamatkan diri ke rumah tetangga,” katanya kemarin. 

Dikatakannya, rumahnya kini sudah tak bisa ditinggali karena seluruh perabotan sudah porak poranda. Kasur mereka juga basah terkena hujan. Bersama para tetangga yang juga hampir senasib dengan dirinya, mereka terlihat tengah membersihkan reruntuhan rumahnya tersebut.

Untuk sementara waktu, ia mengatakan akan tinggal di rumah orang tuanya yang juga tak jauh dari rumahnya tersebut. “Semoga ada bantuan yang datang dari pemerintah untuk kami ini,” harapnya.

Sementara itu, Ketua RT 04 RW 16 setempat Edison mengatakan, ia bersama warga telah menghitung jumlah rumah yang mengalami kerusakan di Gang Timun 2, kesemuanya berjumlah 17 rumah. “Hampir semua rumah warga di sini rusak parah, terutama atap rumah. Untung saja tidak ada korban jiwa” jelasnya.

Ia pun mengimbau warganya untuk sementara waktu menginap di rumah tetangga yang tidak mengalami kerusakan karena ditakutkan hujan deras akan kembali terjadi pada malam hari, sambil berjaga-jaga agar tidak terjadi penjarahan.

Angin kencang juga menerbangkan satu atap ruko di Jalan Gusti Hamzah, Pontianak. Atap ruko tersebut itu terbang bersama tiangnya saat angin kencang terjadi. Atap ruko itu lalu menimpa pohon dan kios kecil di samping kiri rukonya. Reruntuhan atap ruko tersebut juga menutupi sebagian badan jalan dan menyebabkan kemacetan pada sore itu.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kota Pontianak Utin Srilena Candramidi mengatakan, mendengar kabar tersebut, ia dan beberapa personelnya langsung terjun ke lapangan untuk melancarkan lalu lintas untuk sementara waktu. Arus lalu lintas pun untuk sementara dialihkan dari Jalan Putri Candramidi ke arah Sungai Jawi. Sementara ke arah sebaliknya akan dialihkan menuju Jalan Sejarah.

“Sambil menunggu peralatan yang lebih lengkap dari Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Kebersihan, kami berusaha membersihkan seadanya untuk menepikan reruntuhan atap ruko dan pohon, serta membersihkan jalan,” katanya. 

Sang pemilik ruko mengatakan, ia mendengar suara gemuruh saat kejadian berlangsung. Saat keluar ruko, ia telah menemukan atap rukonya sudah hilang, lalu menimpa sebuah kios kecil disampingnya. “Sementara waktu, kerugiannya masih belum bisa ditaksir,” katanya dengan lirih. 

Kepala BPBD Pontianak Aswin Taufik mengatakan, pihaknya dibantu Basarnas, Damkar Swasta serta masyarakat setempat langsung bergerak cepat turun ke lokasi kejadian. Wakil Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono juga dikatakan ikut meninjau salah satu lokasi yang berada di Jalan Pancasila.

Proses evakuasi atap bangunan yang runtuh dan pohon-pohon tumbang terus berlangsung hingga malam hari. Sampai sekitar pukul 21.00, BPBD Kota Pontianak terus mengumpulkan data jumlah rumah yang atapnya rusak akibat bencana angin tersebut. "Selain bangunan dan pohon, Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam musibah ini," pungkasnya.

Sementara itu, angin kencang yang terjadi kemarin sore juga sempat mengganggu penerbangan. Sejumlah pesawat tak bisa mendarat di Bandara Supadio dan harus kembali ke bandara asal. Seperti yang dialami pesawat Lion Air dengan rute Jakarta – Pontianak. Pesawat sudah berusaha mendarat di Supadio namun gagal. Akhirnya pesawat kembali ke Jakarta. 

Angin kencang juga mengakibatkan beberapa tiang listrik di Jalan Kebangkitan Nasional tumbang. Sementara itu sebuah pohon menimpa jaringan tegangan menengah (JTM) di Jalan Kom Yos Sudarso, serta beberapa lokasi lainnya yang mengakibatkan terputusnya aliran listrik dibeberapa lokasi.

Petugas Layanan Teknik PLN Rayon Kota dan Rayon Siantan langsung berjibaku memperbaiki tiang listrik yang tumbang serta segera memperbaiki  jaringan listrik yang terputus agar pasokan listrik kembali normal.

Pihak PLN mengimbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap dampak kondisi cuaca yang berubah-ubah secara ekstrem. Jika terjadi gangguan listrik segera hubungi kantor layanan teknik PLN terdekat atau hubungi call centre 123. (mif)

 

Berita Terkait