Ancaman Nirmiliter Runtuhkan Pertahanan Negara

Ancaman Nirmiliter Runtuhkan Pertahanan Negara

  Sabtu, 13 Agustus 2016 09:32
SOSIALISASI: Gubernur Kalimantan Barat Cornelis, ketika membuka Sosialisasi Pertahanan Negara Nirmiliter di Hotel G kamis (11/8) pagi. ISTIMEWA

PONTIANAK - Gubenur Kalimantan Barat Cornelis menyatakan ancaman terhadap ketahanan negara bisa saja berbentuk non militer atau nirmiliter. Seperti penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang.

Menurutnya jika generasi bangsa terpengaruh narkoba maka negara lain dengan mudahnya bisa menguasainya. “Masyarakat harus tahan, jangan sampai tergoda narkoba. Jika semua anak-anak muda terpengaruh narkoba tinggal negara lain yang menguasai kita,” pinta Cornelis ketika membuka Sosialisasi Pertahanan Negara Nirmiliter di Hotel G Kamis (11/8) pagi.

Dia mencontohkan negara Tiongkok. Dulunya negara tirai bambu ini, ujar dia, tidak mudah untuk dijajah. Namun ketika bangsa lain datang dan kemudian memasukkan candu pertahanan negara inipun mulai runtuh.

Sebaliknya seperti Australia. Negara yang terkenal dengan hewan kangguru ini melarang semua makanan dari luar untuk masuk. Pelarangan ini dilakukan karena khawatir ada virus yang masuk dan mencemari negara.

Menurut Cornelis risiko yang timbul dari ancaman nirmiliter bisa mengganggu ketahanan dan stabilitas negara. Dan ini, lanjut dia, tidak hanya mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa saja. Justru jika dibiarkan bisa menghambat pembangunan nasional.

Dia menambahkan perbedaan di negara jangan dijadikan persoalan. Sebab dia menilai perbedaan itu justru bisa menjadi pondasi yang kuat untuk membangun negara.

“Indonesia terdiri dari ribuan pulau, etnik dan agama. Semuanya bisa bersatu bersatu dan itu menjadi kekuatan negara,” ungkapnya.

Sebaliknya dia tak menampik jika Indonesia berperang dengan negara lainnya maka wilayahnya bisa tenggelam. Hal ini disebabkan energi Indonesia masih lemah.

Dicontohkannya ketersediaan listrik yang belum memadai. Sementara listrik juga menjadi komponen penting bagi peralatan perang. Begitu juga dengan infrastruktur di negara ini.

Untuk mendukung itu, dirinya menyusun pembangunan Kalimantan Barat dengan konsep perbatasan. Di mana dibangunnya jalan paralel di setiap sudut perbatasan. Pembangunan ini berfungsi untuk jalur pertahanan dan evakuasi masyarakat bilamana terjadi perang.

Karena itulah dia berharap dari Sosialisasi Pertahanan Negara Nirmiliter ini bisa membuat masyarakat tahan terhadap ancaman yang dapat membahayakan dirinya sendiri dan bangsa serta negara.

Sekretaris Ditjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Brigjens TNI Eko Budi S mengingatkan masalah pertahanan negara tidak hanya menjadi tanggungjawab TNI saja.

Menurutnya ini menjadi tanggungjawab semua pihak. Termasuk pemerintah daerah, yang ikut serta mewujudkan sistem pertahanan rakyat. Begitu juga dengan peran masyarakat. Dia menilai saat ini ancaman ketahanan negara sudah berbentuk multidimensional. (mse)