Ancam Sungai Kapuas

Ancam Sungai Kapuas

  Jumat, 22 April 2016 09:52
IKAN BIAWAN: Ikan sepat andalan sungai dan danau Kapuas Hulu. ISTIMEWA/THE PRESIDENTPOST INDONESIA

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Ilegal fisihing merupakan salah satu ancaman bagi kelestarian ikan di sungai Kapuas, dana dan anak-anak sungai di wilayah Kapuas Hulu.Untuk itu Bupati Kapuas Hulu, A.M Nasir bersama Dinas Perinakanan dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Badau melaku sosialisasi kepada kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) perikanan di bumi uncak kapuas ini.

Sosialisasi pokmaswas perikanan belum lama ini dilakukan, A.M Nasir di Jongkong. Yang digelar dari tanggal 17 hingga 19 April. Saat itu, Bupati mengharapkan, pokmaswas bisa melakukan pengawasan intensif untuk sektor perikanan. Pokmaswas juga harus aktif mencegah prilaku ilegal fishing di sungai dan danau. Karena  tindakan tersebut bisa mengancam kelestarian perikanan di daerah Kapuas Hulu.

“Pokmaswas harus memperingati warga yang melakukan pola tangkap dengan tidak benar,” pesan Nasir. Putra nelayan yan sudah dua priode sebagai Bupati Kapuas Hulu ini mengakui ikan di sungai-sungai di Kapuas Hulu sudah berkurang. Itu dikarena pola tangkap tidak tepat, termasuk gunakan tuba dan setrum. Dia menghibau masyarkat menangkap ikan dengan alat tangkap sesuai peraturan.

Politisi PPP menegaskan, menggunakan alat-alat tangkap yang dilarang, apalagi menyentrum. Bisa tersangkut hukum.Kepala Pos PSDKP Badau Wisnu Jaya Rantaka menjelaskan, pokmaswas perikanan memegang peran penting sebagai perpanjangan tangan dan mitra petugas pengawas perikanan. Pokmaswas juga bertugas untuk menyampaikan informasi terkait dugaan tindak pidana diperikanan.

“Pokmaswas jangan menghakimi pelaku pelanggaran, itu tak dibenarkan,” ucapnya.Dia mengatakan, adanya pokmaswas diharapkan dapat menurunkan angka tingkat pelanggaran dalam pemanfaatan sumberdaya perikanan. Kemudian, pokmaswas harus membantu mengarahkan masyarakat kepada pelestarian ikan. Mengingatsalah satu fungsi pokmaswas adalah mencegah cara tangkap yang salah.

Seperti menggunakan tuba, cara sentrum atau pun alat tangkap yang tidak diperbolehkan lainnya. Pria yang juga Penyidik PNS ini mengimbau pokmaswas, jika menemukan pelaku penyentruman, penuba atau pun jenis ilegal fishing lainnya untuk melapor kepada Kantor PSDKP Badau, Dinas Perikanan atau unit Kepolisian Sektor setempat. Agar dapat ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.

 “Untuk lebih jelas segala hal terkait Perikanan ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 31 tahun 2014,” jelasnya. Dia mengatakan PSDKP Badau juga selalu siap menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan tindak pidana perikanan. Selain itu berperan aktif tingkatkan kesadaran masyarakat untuk tak melakukan tindakan ilegal.(aan)

Berita Terkait