Ancam Putussibau

Ancam Putussibau

  Senin, 28 March 2016 10:05
LONGSOR : Ruas jalan Kedamin-Jaras yang menghubung kecamatan Bika-Putussibau Selatan perlu jalur alternative terutama Jaras-SMAN 2 Kedamin. MUSTA’AN/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

ABRASI sungai kapuas terus mengancam ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Bika-Kecamatan Putussibau Selatan, tepatnya pada titik Kedamin-Jaras. Untuk itu Anggota Komisi C, DPRD Kapuas Hulu Hamdi Djafar S.Sos meminta instansi teknis terkait baik dikabupaten, provinsi dan pusat berkoordinasi untuk penanganan ruas jalan tersebut agar tidak putus total dalam waktu dekat.

“Saya berharap ruas jalan kabupaten pada titik kedamin-desa Jaras menuju Bika yang longsor karena abrasi sungai kapuas harus ditangani secepatnya. Mengingat jalan tersebut urat nadi perekonomian masyarakat di beberapa desa dan dusun setelah Teluk Barak,” terang Hamdi. DPRD sudah koordinasi dengan Dinas Bina Marga dan Pengairan, dinas yang dipimpin Ana Mariana ini sudah turun lapangan.

Dikatakan, dinas bina marga dan pengairan akan segera menangani kerusakan jalan tersebut yang saat ini sudah separoh badan jalan terkena longsor. “Saya juga sudah turun langsung, mobil sudah tidak bisa lewat disitu,” kata Hamdi. Meski Pemda sudah membuka jalur alternatif yang melewati jalan pesantren Kecamatan Putussibau Selatan, jalan yang melewati desa Jaras itu tetap dibutuhkan.

Ada solusi bagi masyarakat desa jaras dan sekitarnya, yani jalan lingkar dari jaras menuju SMAN 2 Kedamin.

“Kami memikirkan solusi antisipasi kedepan seperti apa. Memang ada jalan alternatif yang dibuat, tapi masyarakat dikawasan jalan yang hampir putus itu merasakan dampaknya jika harus mutar kalau mau ke Kota Putussibau atau sebaliknya,” terang Politisi Partai Gerindra Kapuas Hulu ini.

Ia meminta dinas Bina Marga Kapuas Hulu berkoordinasi dengan instansi teknis di provinsi, terutama yang menangani abrasi sungai kapuas. Mengingat jalan tersebut berstatusnya jalan kabupaten, akan tetapi untuk sungai merupakan kewenangan provinsi. Untuk itu jangan sampai jadi temuan, lantaran ada tumpang tindih kewenangan. “Perlu dibicarakan dengan instansi teknis lain diprovinsi,” jelasnya.

Saat ini kondisi ruas jalan  penghubung dua kecamatan ini nyaris putus. Dari total lebar badan jalan, lebih dari setengah sudah rontok karena abrasi sungai kapuas, sehingga berbahaya bagi pengguna jalan. “Ini memang berbahaya, terutama bagi pengguna jalan yang belum hapal jalan menuju daerah Bika. Bisa terjatuh ke sungai, terutama pada malam hari karena tak ada penerangan,” katanya.(aan)

Berita Terkait