Anak Sekolah Diminta Tetap Semangat

Anak Sekolah Diminta Tetap Semangat

  Rabu, 6 April 2016 10:19
DIALOG: Bupati Sintang, Jarot Winarno berdialog dengan masyarakat saat meninjau banjir beberapa waktu lalu. SUTAMI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Bupati Sintang, Jarot Winarno meninjau sejumlah lokasi yang digenangi banjir. Jarot mendatangi serta berdialog langsung dengan para korban. Jarot mengajak warganya yang korban banjir tetap semangat. Kendati tengah berada di kawasan yang terkepung banjir, dan siap dievakuasi sewaktu-waktu. SUTAMI, SINTANG

BUPATI Sintang beserta rombongan, Sabtu (2/4) lalu, mengunjungi warga yang wilayah pemukimannya terena banjir. Tanpa sungkan Bupati melepas sepatu dan langsung berdialog dengan masyarakat. Motivasi diberikan Bupati, agar warganya tetap semangat. Kendati tengah dirundung kepungan banjir. Tiga lokasi yang didatangi bupati adalah Kelurahan Kiri Hulu, Kelurahan Ladang, dan Kelurahan Sungai Ana. Semua merupakan wilayah tepian sungai. Guyuran hujan belakangan membuat air sungai meluap, dan mengakibatkan banjir. Hingga tidak sedikit pemukiman warga menjadi terendam.

Sebagai bupati, Jarot langsung mengingatkan jajarannya di Dinas Kesehatan supaya waspada. Mengingatkan terus memantau warga, agar kesehatan masyarakat tetap dipantau. Baik selama maupun pasca banjir.

“Air surut pastinya akan menimbulkan genangan, yang bisa memicu demam berdarah,” kata Jarot.

Masyarakat juga diminta waspada. Terutama yang rumahnya sudah tergenang air. Yakni tidak menyalakan listrik untuk segala keperluan. Orangtua mengawasi anaknya, supaya tidak membiarkan bebas bermain air guna menghindari hal tidak diinginkan. Apalagi, lanjutnya, saat air surut sebaiknya dihindari bermain air. Karena resiko terkena penyakit sangat tinggi.

Bersama BPBD, Camat Sintang, TNI dan instansi terkait, bupati juga memberikan bantuan secara simbolis kepada warga korban banjir. Dianataranya seperti mie instan, beras, dan bahan makanan yang diberikan.

Bupati juga mengingatkan, jangan sampai banjir menjadi kendala dalam menggapai ilmu. Sebab, bencana banjir bukan karena semata-mata disengaja. Maka SD, SMP, dan SMA harus tetap bersekolah. 

“Karena merekalah penerus bangsa,” kata Jarot. (*)

Berita Terkait