Anak Rinjani Terus Meraung

Anak Rinjani Terus Meraung

  Kamis, 5 November 2015 08:09
Gambar dari Internet

JAKARTA-Geliat Gunung Barujari, anak Gunung Rinjani, Lombok sepertinya belum akan usai. Pasalnya, gunung yang terletak dalam Kaldera Rinjani itu masih terus terbatuk. Bahkan, dengan intensitas semakin tinggi.Berdasar pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kegempaan masih terus dirasakan dari gunung yang memiliki kawah berukuran 170 m - 200 m itu. Seismograph di stasiun pengamatan Rinjani menangkap getaran atau tremor menerus Barujari dengan amplitudo 5-27 milimeter (mm). Sementara, tremor letusan terekam di angka 23-40 mm. Barujari sendiri terdeteksi erupsi dengan tremor cukup besar pada Rabu (4/11) dini hari. “Kegiatan agak meningkat, terlihat dari visual asap yang juga cukup tinggi,” tutur Kepala PVMGB Edi Prasodjo saat dihubungi, kemarin (4/11).

Letusan disertai abu vulkanik tercatat mencapai 3.800 meter dari permukaan laut atau 1.500 meter dari puncak gunung. Kondisi ini lebih besar dibanding Selasa (3/11) lalu. Sebelumnya, ketinggian abu vulkanik hanya teramati hingga 1.000 meter dari puncak gunung.Abu vulkanik yang dikeluarkan kemudian terbawa angin. Sebaran abu terdeteksi menuju Barat Daya hingga Barat Laut dari pusat letusan, dengan kecepatan 10 knots pada lapisan permukaan hingga ketinggian 14 ribu kaki. Dari pengamatan satelit Himawari, sebaran tersebut tepantau hingga daerah Banyuwangi, Jawa timur.

Kondisi ini kontan berdampak kembali pada dunia penerbangan. Penutupan Bandara Ngurah Rai di Denpasar Bali dan Bandara Selaparang harus kembali diperpanjang. Berdasarkan Notice to Airman A2470/15, penutupan berlaku Rabu, pukul 07.05 WIB sampai dengan Kamis (5/11) pukul 07.45 WIB. “Akan dievaluasi kembali Kamis pagi,”tutur Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Julius A. Barata.

Selain dua bandara tersebut, lanjut dia, Bandara Blimbingsari, Banyuwangi juga harus mengalami kondisi serupa. Bila dua bandara sebelumnya ditutup sejak Selasa, penutupan Blimbingsari baru dilakukan kemarin. Waktu penutupan berlaku sejak pukul 08.00 WIB hingga pagi ini dengan jam yang sama.Dengan adanya penutupan ini, otomatis aktivitas penerbangan tidak dapat dilakukan. Dari informasi yang diterima Kemenhub, ada 692 penerbangan domestic dan Internasional yang harus dibatalkan di Bandara Ngurah Rai, Bali. Penerbangan itu merupakan akumulasi sejak penutupan hari Selasa hingga estimasi penutupan, Kamis pagi. Detilnya, 171 pada Selasa, 498 penerbangan pada Rabu, dan 23 penerbangan untuk Kamis pagi.

Barata menuturkan, Kemenhub telah berkoordinasi dengan pihak maskapai agar proses return bisa dilayani dengan baik. Selain itu, tidak ada potongan yang dikenakan dari proses pengembalian tiket tersebut. Kemenhub pun telah berkoodinasi dengan pihak imigrasi setempat terkait status overstayer dari beberapa wisatawan asing yang tertunda kepulangannya.Dari jumlah tersebut, salah satunya adalah penerbangan maskapai AirAsis. Ada 66 penerbangan dari dan menuju Bali untuk kemarin dan hari ini yang telah dibatalkan. “Sebanyak 64 untuk penerbangan hari ini dan dua untuk esok. Penerbangan domestic dan internasional,”tutur Head of Corporate Secretary and Communications AirAsia Indonesia, Audrey Progastama Petriny.

Atas pembatalan ini, Audrey mengaku telah mengkomunikasikan kondisi ini pada para penumpang. Dia mengatakan, AirAsia memberikan kesempatan untu pengubahan jadwal penerbangan di rute yang sama paling lambat 7 hari keberangkatan semula tanpa dikenakan biaya tambahan. Kemudian, Credit Shell, yaitu deposit di AirAsia senilai harga tiket yang dapat digunakan untuk pembelian tiket AirAsia lainnya dengan masa berlaku tiga bulan (90 hari).” Kami juga menyediakan call center. Untuk lebih detil bisa dibuka di website kami,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menuturkan, tingginya aktivitas Barujari telah menjadi perhatian khusus pihaknya bersama BPBD. Koordinasi untuk menyusun rencana kontinjensi terkait eruspsi anak gunung Rinjani pun telah dilakukan. BPBD telah mendata jumlah penduduk yang tinggal di kawasan rawan bencana. “Ada 33.700 jiwa. Meski begitu hingga saat ini belum perlu ada pengungsian. Masyarakat dihimbau tetap tenang dan dilarang keras beraktivitas di dalam radius 3 km dari Kaldera Gunung Rinjani,”jelasnya. (mia)