Anak Punk dan Pengelem Diamankan

Anak Punk dan Pengelem Diamankan

  Sabtu, 17 September 2016 10:33

Berita Terkait

 SUNGAI PINYUH- Meski kerap ditangkap dan dipulangkan ke orang tuanya, tidak membuat anak punk jera. Mereka tetap saja berkeliaran dan menimbulkan keresahan bagi masyarakat dan lingkungannya. Kemarin malam, Polsek Sungai Pinyuh mengamankan 8 anak punk dan 2 remaja yang kedapatan sedang nge-lem.

Kapolsek Sungai Pinyuh, Kompol Agus Dwi Cahyono, SIK. Melalui KSPK Polsek Sungai Pinyuh, Aiptu Didik Ridwan Afandi mengungkapkan terungkapnya keberadaan anak punk dan remaja yang sedang nge-lem itu bermula dari kegiatan patroli rutin yang dilaksanakan Polsek Sungai Pinyuh setiap malamnya.

Ketika melintas di areal Terminal Sungai Pinyuh, polisi menjumpai 8 anak punk. Curiga dengan keberadaan anak punk tersebut, polisi pun melakukan pengamanan. Mereka digiring ke mobil patroli untuk diberikan pembinaan. Kemudian, polisi pun mendapatkan dua remaja yang sedang menikmati aroma lem di Jalan Patoka Sungai Pinyuh. Kedua pun digiring ke Mapolsek Sungai Pinyuh.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan pihak kepolisian,  8 anak punk tersebut merupakan warga Sungai Pinyuh, Kota Pontianak dan Kota Singkawang. Tidak jelas maksud dan tujuan mereka berkeliaran di area Terminal Sungai Pinyuh tersebut. Sedangkan 2 remaja yang kedapatan sedang nge-lem merupakan warga Desa Nusapati, Kecamatan Sungai Pinyuh.

Baik anak punk maupun remaja yang sedang nge-lem diketahui anak dibawah umur yang memilki rentang usia antara 14-17 tahun. Polisi pun memberikan pengarahan dan pembinaan singkat terhadap anak punk dan 2 remaja yang nge-lem tersebut. Selanjutnya, polisi berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk melakukan penjemputan terhadap anak mereka.

 “Mereka ini masih anak-anak dibawah umur yang perlu mendapatkan pembinaan dan perhatian dari orang tua maupun lingkungan keluarga. Makanya, kami berikan teguran keras agar menjadi pembelajaran dan memberikan efek jera agar tidak berkeliaran lagi di jalanan dan mengulangi perbuatannya,” tegas Didik.

Didik mengaku prihatin dengan sikap anak-anak yang mengikuti trend anak punk maupun menggunakan lem sebagai media untuk mendapatkan sensasi mabuk. Menurut dia, tindakan tersebut hanya akan merusak diri sendiri dan menghancurkan masa depan generasi muda bersangkutan.

 “Kita sudah sering sekali menangkap dan memulangkan anak-anak punk yang berkeliaran di Sungai Pinyuh. Ini sangat memprihatinkan dan mengancam kehidupan generasi muda mendatang. Aktivitas anak punk ini juga merusak citra masyarakat diwilayah Sungai Pinyuh,” pendapatnya.

Untuk itu, dirinya menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama melakukan kontrol dan pengawasan terhadap aktivitas anak punk. Jika menemukan keberadaan mereka agar tidak dibiarkan dan ditindaklanjuti dengan memberikan pencerahan dan pembinaan.

 “Terutama para orang tua, agar selalu memperhatikan aktivitas anak-anaknya. Jangan dibiarkan anak-anak bepergian berhari-hari tanpa kejelasan. Awasi kegiatan dan perkumpulan anak-anak agar tidak terjerumus dan merusak masa depannya dengan perbuatan negatif,” tukasnya.(wah)

Berita Terkait