Anak Nonton Video Porno

Anak Nonton Video Porno

  Rabu, 13 April 2016 09:49

Berita Terkait

Beragam ekspersi dari orang tua ketika mendapati anaknya ketahuan menonton film porno. Ada yang merasa tidak percaya, marah, bahkan mungkin ada yang memukuli anak. Sikapilah situasi ini dengan benar, agar anak memahami bahwa perbuatannya itu salah. 

Oleh : Marsita Riandini

Orangtua mana yang tidak syok dan kaget ketika memergoki anaknya yang sedang atau sudah menonton video porno. Umumnya penyebab anak menonton video porno karena rasa ingin tahu dan penasaran. Bisa pula karena pengaruh teman.  Jika hal ini terjadi, bagaimana orangtua seharusnya bersikap? 

Menjawab For Her, Yeni Sukarini, S. Psi, Psikolog mengatakan ketika mendapati anak melihat atau bahkan menonton video porno tentu mengejutkan bagi orang tua. Tetapi ada baiknya orang tua tidak langsung panik.

Seringkali, lanjut Yeni kepanikan orang tua malah menimbulkan sikap emosional yang tidak terkontrol. Alhasil anak menjadi ketakutan, tanpa mengetahui apa yang salah dari perbuatannya itu. “Saat mengetahui anaknya melihat ataupun menonton video porno, orang tua sebaiknya tidak langsung memarahi anak. Melainkan ajak anak berkomunikasi,” Ucap Guru BK SMPN 13 Pontianak ini. 

Berikan waktu pada anak untuk menjelaskan. Yang selama ini banyak terjadi adalah orangtua langsung marah-marah dan tidak memberikan waktu bagi anak untuk bicara. “Cari tahu sejauh mana anak melihat dan menonton film tersebut, seberapa sering, dan sudah sejak kapan hal itu dilakukan. Bagaimana anak bisa menonton film tersebut,” ungkapnya. 

Mengapa orang tua perlu menanyakan hal tersebut? Menurut Yeni, hal ini menjadi acuan orang tua untuk menindaklanjuti kejadian tersebut. “Kadang ada anak yang membuka ataupun menonton hal-hal yang berbau porno itu tanpa disengaja. Di Facebook saja misalnya, tanpa sengaja bisa di klik oleh anak,” papar dia. 

Bila anak tidak sengaja, jika orang tua terlalu berlebihan memarahi anak, maka hal tersebut  bisa mendatangkan masalah baru pada anak. Mungkin saja, anak kaget ketika melihat gambar tersebut, dan bertambahlah rasa kaget dan takutnya ketika orang tua juga memarahinya. “Bisa pula anak di ajak nonton oleh temannya, dan beragam penyebab lainnya. Hal inilah yang harus diselidiki oleh orang tua,” jelas dia. 

Jika anak baru sekali menonton, maka masih memudahkan orang tua memberikan pemahaman kepada anak. Akan menyulitkan jika anak sudah sering menonton film tersebut. Meskipun orang tua juga harus memahami, walaupun anak baru sekali menonton, anak sudah bisa merekam apa yang dilihatnya. “ Saat ini, melalui beragam situs bisa dengan mudah di akses. Sekalipun sudah ada yang diblokir, tetap saja masih ada yang mengarah ke pornografi. Bahkan rata-rata anak SMA pun sudah pernah menonton,” jelas dia. 

Berikan penjelasan kepada anak sesuai dengan tingkat usianya.  Bila dibiarkan akan mengubah perilaku anak. Anak yang tadinya semangat menjadi malas-malasan, apalagi ketika dia juga merasakan sensasi seksual ketika menonton film tersebut. “Ketika usia SD, anak belum siap menerimanya, akhirnya anak merasakan pusing, lama-lama bisa berpengaruh pada syarafnya. Anak mengalami gangguan konsentrasi. Sementara pada usia SMP dan SMA, anak sudah mengalami masa puber, yang bisa saja dari nonton lalu ingin mencoba sama pacar dan sebagainya,” ulas dia. 

Kebiasaan menonton film porno juga bisa mengubah perilaku anak. Anak bisa menutup diri dari lingkungannya, terutama lingkungan keluarga. “Anak mulai senang menyendiri, sebab dia tidak ingin diganggu oleh keluarganya.  Tentu saja khawatir dimarahi orang tua. Apalagi memang kebiasaan ini bisa membuat anak ketagihan, seperti ketika mengonsumsi narkoba,” pungkas dia.**

--------------------------

Antisipasinya

1. Pendidikan Seks

Beragam informasi yang bisa dengan mudah diterima oleh anak, maka orang tua harus lebih siap menghadapi semua itu. Salah satunya adalah dengan memberikan pendidikan seksual pada anak. Di zaman sekarang ini, pendidikan seksual tidak bisa lagi dianggap tabu, sebab ada banyak kasus seksual yang melibatkan anak-anak sebagai pelaku. “Orang tua harus bisa menjelaskan apa itu perilaku seksual, apa bahayanya, bagaimana dia bisa menjaga jangan sampai terpengaruh, dan hal-hal lain yang bisa membuat anak memahami bahwa kebiasaan menonton film ataupun video porno itu salah. Tentu saja ini disesuaikan dengan usia dan pemahaman anak,” ucap Psikolog Yenis Sukarini. 

2. Batasi akses internet

Tidak ada salahnya memfasilitasi anak dengan internet, baik itu dirumah maupun lewat gedget mereka. Tapi orang tua juga harus bisa memantau dan membatasi penggunaannya. Apalagi jika orang tua mengetahui anaknya sering salah menggunakan fasilitas internet. Orang tua bisa meletakkan internet di ruangan yang terlihat oleh banyak orang di rumah. Menemani anak ketika menggunakan internet. Bisa pula menggunakan software yang bisa menghentikan akses ketika anak mencoba membrowsing situs-situs yang mengandung pornografi dan porno aksi. Serta tidak memberikan fasilitas internet kepada anak ketika orang tua tidak berada di rumah. “ Orang tua membuat kesepakatan kepada anak saat menggunakan fasilitas internet dan tidak membiarkan anak mengakses internet secara bebas,” ujar dia. 

3. Maksimalkan pengawasan

Bila sudah memergoki anak menonton film porno, maka orang tua harus lebih memaksimalkan pengawasan. Tentu saja hal ini dilakukan dengan baik, sehingga anak tidak merasa menjadi terdakwa di keluarganya. “Orang tua juga bisa merangkul guru di sekolah. Selama ini orang tua banyak yang diam. Padahal ini juga penting untuk mengetahui apakah ada pengaruh teman atau hal lainnya,” tutupnya. (mrd)

 

 

 

Berita Terkait