Anak Gabung di Komunitas , Orang Tua Harus Lebih Peka

Anak Gabung di Komunitas , Orang Tua Harus Lebih Peka

  Rabu, 2 December 2015 07:53

Berita Terkait

Mengikuti komunitas tertentu menjadi daya tarik tersendiri bagi para remaja. Apalagi jika itu didukung oleh orang tua. Tapi, orang tua juga harus memahami komunitas yang diikuti anak, agar tidak salah langkah dan mempengaruhi perilaku anak menjadi negatif. Oleh : Marsita Riandini

Komunitas merupakan satu kumpulan beberapa orang atau banyak orang dengan tujuan yang sama. Umumnya komunitas dibentuk karena adanya kesamaan hobi, seperti penyuka motor tua, penyuka kelinci, atau sesama penyuka hello kitty. Lantas bagaimana jika usia remaja sudah ikut komunitas? Menjawab hal tersebut, Yeni Sukarini, S. Psi, Psikolog mengatakan bawah usia remaja adalah usianya mencari jati diri. Munculnya beragam komunitas membuat daya tarik tersendiri bagi remaja.

“Saat ini komunitas banyak bermunculan dengan ragam produknya. Banyak pula remaja terlibat didalamnya. Kenapa? Karena mereka tentu senang berada dekat orang-orang yang satu hobi dengannya. Bahkan mereka rela melakukan apa saja mengikuti aturan di komunitas tersebut karena merasa satu rasa,” papar Guru Bimbingan Konseling di SMP Negeri 13 Pontianak ini.  

Ada keuntungan dan kelebihan ketika anak mengikuti komunitas. Dia bisa menyalurkan bakat dan minatnya sehingga anak menjadi lebih kreatif. Tak hanya itu saja, kemampuan sosialisasi anak juga semakin baik. Sebaliknya, orang tua juga harus waspada. Sebab tidak semua komunitas itu berpengaruh baik pada anak. Apalagi banyak muncul komunitas yang tujuannya tidak jelas. “Kalau komunitasnya baik dan positif, maka pengaruh ke anak juga baik. Tetapi jika komunitas tersebut pengaruhnya buruk, maka anak bisa ikut-ikutan berperilaku negatif,” timpalnya.

Ketika anak sekolah dasar, sebenarnya sudah terbiasa dengan yang namanya komunitas. Hanya saja komunitas lebih identik dengan remaja hingga dewasa. “Kalau anak-anak usia SD itu biasanya lebih dikenal kelompok atau geng, dan lainnya. Macam-macam persepsi dan konotasi tergantung masing-masing orang menilainya,” ujar Yeni.

Pada usia sekolah dasar ini, orang tua masih bisa berperan penuh untuk mengarahkan anak. Jika anak memiliki bakat di bidang musik, bisa masukkan ke komunitas musik. Tapi disini diperlukan keahlian orang tua melihat minat dan bakat anak. “Kadang ada orang tua yang memaksakan anaknya masuk ke komunitas tertentu, tetapi anaknya tidak suka. Akhirnya anaknya menjadi menutup diri, bahkan bisa membangkang dari orang tua,” ucapnya.

Ketika anak sudah remaja, biasanya cenderung mencari komunitas sendiri sesuai yang dia senangi. Disinilah peran orang tua harus lebih banyak lagi, tetapi dengan cara yang berbeda ketika anak masih sekolah dasar. Pola kontrol terhadap anak harus disesuaikan. “Saya pernah melihat sekumpulan remaja berbaju hitam. Dia berjalan pukul setengah dua belas malam.  Orang tua mungkin tidak tahu apa yang dilakukan anaknya di luar,” katanya.

Orang tua harus tahu komunitas apa yang dimasuki anak. Lihatlah pengaruh komunitas tersebut terhadap perubahan anak. “Pahami tujuan dari komunitas tersebut terbentuk, siapa saja anggotanya. Itu penting untuk menjaga anak. Terpenting lagi cocok atau tidak anak mengikuti kelompok tersebut,” katanya.Jika orang tua melihat ada perubahan pada diri anak, misalnya belajarnya menurun, sering keluar malam, pulang tidak tepat waktu, maka orang tua harus bersikap tegas. “Sekalipun komunitas yang diikuti anak itu baik, bukan berarti orang tua membiarkan begitu saja. Harus melihat perkembangan anak ketika mengikuti komunitas tersebut,” ujar Yeni mengingatkan.

Mengikuti sebuah komunitas, maka anak juga harus mengikuti aturan yang ditetapkan dalam komunitas tersebut. Apalagi jika komunitas tersebut membutuhkan biaya yang besar. “Komunitas itu khan banyak ya, ada yang biasa saja ada pula yang high class. Tinggal bagaimana komitmen orang tua menerapkan aturan kepada anaknya. Sejak awal sebaiknya sudah di tegaskan kepada anak apa saja konsekuensinya ketika dia mengikuti komunitas tersebut dan apa saja tanggung jawab mereka,” pungkasnya. **

 

Berita Terkait