Anak Dirantai Ayah Kandung, Dikurung Selama Sebulan di Kamar

Anak Dirantai Ayah Kandung, Dikurung Selama Sebulan di Kamar

  Rabu, 5 Oktober 2016 10:03

Berita Terkait

SINGKAWANG - Entah apa yang ada dibenak orangtua ini hingga tega merantai dan mengurung anak kandungnya sendiri di dalam kamar. Namun itulah fakta yang terjadi. JKM, seorang ayah warga Singkawang ini tega merantai dan mengurung putrinya yang masih duduk di bangku SMP hingga berbulan-bulan lamanya. 

Menurut informasi, aksi brutal sang ayah ini dilatarbelakangi adanya informasi bahwa sang anak sering membolos sekolah dan menghisap lem. Sang ayah pun mengambil jalan pintas dengan mengikat kaki putrinya dengan rantai di dalam kamar rumahnya ukuran 1,5 x 2 meter.

Peristiwa ini diketahui pada Sabtu (1/10) sekitar pukul 19.20 WIB, ketika regu piket Polres Singkawang menerima SMS dari korban. Dalam SMS itu,  korban menyatakan bahwa dirinya dirantai di dalam rumah dan sudah dikurung  selama sebulan lebih.

Menerima laporan tersebut, petugas piket lalu membalas SMS untuk menanyakan di mana alamat lengkap tempat korban disekap. Setelah mendapat informasi di mana korban dikurung, polisi langsung menuju lokasi untuk mengecek kebenaran informasi tersebut. 

Setelah dicek ternyata benar ditemukan seorang anak perempuan berinisal SS (15) sedang dalam kondisi terikat rantai dalam kamar ukuran 1.5 x 2 meter. Polisi lalu membawa korban ke ke Markas Polres Singkawang. Selain korban, polisi juga menangkap paman korban atas nama JKK untuk dimintai keterangan.

Menurut Kapolres Singkawang AKBP Sandy Alfadien Mustofa SIk,  untuk menindaklanjuti hasil temuan tersebut, pihaknya langsung menghubungi orang tua korban untuk datang ke Polres Singkawang.

"Saat ini korban telah dimintai keterangan di  Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) bersama saksi-saksi yang mengetahui duduk permasalahan yang sebenarnya, memeriksa kesehatan korban dan mengkordinasikan dengan instansi terkait. 

Sandi mengatakan saat ini anak yang ditandai orangtuanya sudah dikembalikan ke rumah begitu juga orangtuanya. "Saat ini sudah dikembalikan ke rumah namun dalam pengawasan unit PPA Polres Singkawang," ungkapnya.

Orangtuanya wajib lapor dua hari sekali ke Polres Singkawang dan diminta tidak mengulangi perbuatannya, karena mengingat anak ini masih usia sekolah. 

Sebelum dikembalikan baik anak dan orangtuanya dilakukan pembinaan bekerjasama dengan instansi terkait. "Untuk anak kita lakukan pemulihan jangan sampai terjadi  trauma sedangkan orangtuanya diberikan pembinaan agar tak mengulangi lagi hal yang tidak benar dalam mendidik anak," jelasnya.

Berdasarkan keterangan orangtuanya, korban terpaksa dikurung karena dikhawatirkan mengulangi perbuatannya seperti ngelem. Apalagi, kata Kapolres, seperti diakui orang tuanya, anaknya itu bandel dan susah diatur. "Hal ini akan kita terus lakukan pemantauan," katanya.

Oleh sebab itu berkaca pada kasus ini, Kapolres mengimbau agar orangtua dalam mendidik anak haruslah dengan cara cara yang tepat sesuai kebutuhan anak. "Bina-lah dengan kasih sayang bukan seperti ini karena setiap anak memiliki masalah masing-masing dan variatif," jelasnya.

Menurut pengakuan orangtuanya juga anak ini dirantai sekitar 11 hari di kaki bagian kanannya, namun tidak ada lecet bagian tubuh yang dirantai. Selama dirantai, kata Kapolres, anak ini tetap diperhatikan orangtuanya seperti makan dan minumnya. (arf/har)

Berita Terkait