Anak Didik KKB Kunjungi Kedai Perancis , Edukasi dan Pengenalan Bahasa Prancis di Usia Dini

Anak Didik KKB Kunjungi Kedai Perancis , Edukasi dan Pengenalan Bahasa Prancis di Usia Dini

  Sabtu, 13 February 2016 08:57
KUNJUNGAN: Anak-anak didik dari Komunitas Khatulistiwa Berbagi saat berkunjung ke Kedai Prancis Untan.KKB FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

Puluhan anak-anak didik dari sekolah informal Komunitas Khatulistiwa Berbagi (KKB) mengunjungi Kedai Prancis Untan, Rabu (10/2). Mereka yang berlatar belakang dari keluarga kurang mampu mendapat edukasi dan pengenalan berbahasa Prancis. IDIL AQSA AKABARY, Pontianak

SEBAGAI salah satu komunitas yang bergerak di bidang pendidikan, KKB terus berupaya meningkatkan kemampuan anak didik mereka. Selain secara sukarela memberikan ilmunya, program-program edukasi lainnya juga terus dijalankan oleh para pengajar.

Ketua KKB Anggia Anggraini menjelasakan, kunjungan ke Kedai Prancis ini dilakukan agar anak-anak didik mereka yang duduk di sekolah dasar bisa mengenal bahasa Prancis sejak dini. Alasannya bahwa bahasa Prancis sudah menjadi salah satu bahasa internasional, selain Inggris dan Mandarin. Artinya jika bisa berbahasa Prancis berarti menguasai salah satu bahasa resmi di 53 negara dan di berbagai lembaga internasional seperti PBB, Uni Eropa, Komisi Internasional Olimpiade dan lain-lain. “Dengan ini mereka bisa langsung berinteraksi,” ucapnya.

Menurutnya, menjadi sebuah kebanggaan adik-adik di KKB bisa mendapatkan kesempatan untuk melihat dan mengunjungi langsung salah satu media edukasi pendidikan di Pontianak tersebut. Apalagi melihat anak-anak begitu antusias belajar bahasa Prancis meski dalam waktu yang singkat.

“Melihat mereka berbicara sepatah dua patah kata berbahasa Prancis di depan Rektor Untan menjadi kebanggaan bahwa tidak ada perbedaan dalam meraih pendidikan,” katanya.

Ada sekitar 30 anak didik KKB yang hadir pada saat itu. Awalnya mereka masih canggung berada di Kedai Prancis karena merupakan pengalaman pertama. “Namun waktu diajak belajar bahasa Prancis memperkenalkan nama, mereka sangat antusias memperkenalkan diri dengan bahasa Prancis, walaupun baru tapi mereka cepat belajar dan bisa membaur,” terangnya.

Kunjungan tersebut menjadi lebih spesial karena disambut langsung oleh Rektor Untan Thamrin Usman. Dia pun berharap Kedai Prancis bisa menjadi salah satu tempat edukasi untuk segala usia khususnya anak-anak usia dini. “Karena melalui pendidikan semua anak Indonesia bisa bermimpi dan meraih cita-citanya,” ungkapnya.

Diketahui Kedai Prancis Untan sudah memasuki usia dua tahun selama menjalani programnya di Untan. Tempat ini juga sempat meraih juara kedua se-Indonesia sebagai lembaga terbaik bahasa Prancis setelah UMY.  Kedai Prancis juga berisikan informasi mengenai universitas di Prancis, termasuk tawaran beasiswa untuk mahasiswa yang ingin melanjutkan studi master di negeri fashion tersebut. Kedai Prancis juga memuat konten mengenai budaya, kuliner atau masakan, perpustakaan, buku-buku, koran Prancis, olahraga, fashion dan cara belajar bahasa Prancis.

Thamrin mengatakan jangan takut untuk bermimpi dan bisa bersekolah di Prancis, salah satu anak didik KKB Nanda merasa termotivasi. “Suatu saat saya harus bisa belajar di Prancis untuk menjadi dosen dan kembali mengajar adik-adik di KKB,” ucap siswi kelas VI itu.

Dari kunjungan ini akan terus ada kunjungan-kunjungan berikutnya untuk adik-adik didik di KKB ke Kedai Prancis Untan. Beberapa pengajar di Kedai Prancis Untan juga rencananya akan ikut membantu mengajar di KKB. Harapannya dengan edukasi pendidikan melalui cara yang berbeda ini dapat membuat anak-anak didik tidak lagi merasakan diskriminasi pendidikan.“Bahwa pada dasarnya semua anak Indonesia berhak mendapatkan pendidikan yang sama,” ujar Anggia.(*)

Berita Terkait