Anak-anak itu Dikembalikan ke Keluarga

Anak-anak itu Dikembalikan ke Keluarga

  Sabtu, 14 November 2015 11:07
SALAT: Salah satu peserta pembinaan di Mapolsek Sukadana, sedang memeragakan praktik salat. Dia menjadi satu di antara beberapa remaja tanggung yang diamankan karena melakukan tindak pidana ringan. POLSEK SUKADANA FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

SUKADANA – Kepolisian Sektor (Polsek) Sukadana memulangkan para pelaku tindak pidana ringan yang dilakukan oleh anak di bawah umur, kepada orang tuanya masing-masing, Kamis (12/11) lalu. Namun sebelum pemulangan tersebut, anak-anak ini dibina terlebih dahulu selama dua minggu.Proses pengembalian kepada para orang tua berlangsung di Mapolsek Sukadana. Prosesi tersebut dihadiri Koramil Sukadana, Bidang Sosial Dinsosnakertrans, Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, Bagian Kesejahteraan Sosial Sekretaris Daerah, perwakilan dari sekolah, serta para orang tua masing-masing.

Kapolsek Sukadana, Iptu Hoerrudin, menjelaskan jika kegiatan pembinaan terhadap para pelaku tindak pidana anak di bawah umur, sudah menjadi sebuah program dari mereka. “Untuk pembinaan anak di bawah umur seperti ini memang sudah menjadi program kita,” ucap mantan Kapolsek Teluk Batang tersebut.

Pembinaan seperti ini dilakukan mereka lantaran anak-anak yang masih di bawah umur tersebut masih bisa diperbaiki. Mereka pun lebih mengutamakan untuk memperbaiki akhlak para generasi bangsa tersebut. Harapannya, tentu saja agar ke depannya, mereka tidak melakukan kembali perbuatan yang melanggar hukum.

Kalau dari hukuman terhadap perbuatan yang telah mereka lakukan, Kapolsek sendiri tak memungkiri jika mereka tetap memrosesnya sesuai dengan aturan yang berlaku. Hanya saja, dia menambahkan, untuk anak-anak di bawah umur dikenal istilah alternative dispute resolution (ADR). Kepada mereka, Kapolsek mengungkapkan bahwa mereka akan membuatkan surat penghentian penyidikan perkara (SP3) dari Polsek, yang sebelumnya telah dilakukan penelitian dari Bapas dan Dinas Sosial. Nantinya, dia memastikan, anak-anak ini akan diterbitkan surat diversinya.

Ia menjelaskan jika ADR merupakan sebuah konsep yang mencakup berbagai bentuk penyelesaian sengketa. Selain, dia membandingkan, dari pada proses peradilan melalui cara-cara yang sah menurut hukum, baik berdasarkan pendekatan negosiasi hingga mediasi.

Untuk diversi sendiri, menurutnya, merupakan proses yang telah diakui secara internasional, sebagai cara terbaik dan paling efektif dalam menangani anak di bawah umur yang berhadapan dengan hukum. “Pihak Polsek Sukadana akan membuat SP3-nya, selanjutnya akan dibuatkan surat ADR dari pihak Lapas. Proses hukumnya tetap dilanjukan, hanya untuk hukumannya mendapatkan keringanan. Dengan kata lain, diselesaikan dengan cara kekeluargaan, yang pada nantinya akan dibina kembali oleh para orang tuanya,” terangnya.

Sementara itu, PA, salah satu anak yang mengikuti pembinaan, berjanji tidak akan mengulangi perbuatanya. Dia berjanji tidak akan bergaul dengan teman yang berperilaku negatif. “Saya berjanji tidak akan kembali mengulangi perbutan ini lagi. Dan saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Polisi yang mau membimbing kami, untuk belajar mengaji, maupun salat,” tuturnya.

MT (43), salah satu orang tua para peserta pembinaan tersebut, berterima kasih kepada pihak kepolisian, khususnya Polsek Sukadana. Dia menilai apa yang dilakukan kepolisian tersebut sangat bagus, dengan memberikan pembinaan terhadap anaknya yang mejalani pembinaan selama dua minggu di Polsek Sukadana. Untuk selanjutnya, ia berencana akan memasukkan anaknya ke pesantren, tahun depan. Dengan menjadikannya santri, dia berharap perilaku anaknya bisa menjadi lebih baik lagi.“Kepada Bapak Kapolsek beserta  anggota lainnya, saya tentunya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Dan mudah-mudahan hanya anak saya saja yang tersangkut persoalan seperti ini. Jangan sampai ada anak yang lain mencontoh perbuatan seperti anak saya maupun teman-temannya,” tutupnya. (dan)

Berita Terkait