Anak 16 Tahun Direhabilitasi

Anak 16 Tahun Direhabilitasi

  Rabu, 10 Agustus 2016 09:45
KONSOLIDASI: Tim Asesmen Terpadu menggelar rapat konsolidasi di BNNK Sanggau terkait penanganan kasus narkotika yang libatkan remaja, kemarin. sugeng rohadi pontianakpost

Berita Terkait

SANGGAU – Tim Asesmen Terpadu, Selasa (9/8) kemarin menggelar konsolidasi untuk menentukan langkah yang akan diambil terkait dengan kasus anak dibawah umur berinisial M (16) asal Kabupaten Sanggau yang ditangkap oleh Kepolisian Resor Sekadau karena terbukti menggunakan narkotika.

 
Tim menyepakati untuk merehabilitasi anak berusia 16 tahun tersebut bersama dengan pasangan lelakinya berinisial S (26) yang dikenakan wajib lapor kepada pihak kepolisian.

Sebagai informasi, anak asal Sanggau ini ditangkap polisi bersama pasangan lelaki tanpa ikatan pernikahan usai mengkonsumsi narkotika jenis sabu disebuah hotel yang ada di Kota Sekadau beberapa hari lalu. Usai ditangkap, keduanya langsung digiring ke Mapolres Sekadau untuk menjalani pemeriksaan.

Dari penangkapan keduanya disalah satu kamar hotel, polisi tidak menemukan barang bukti narkotika karena habis dikonsumsi. Polisi hanya menemukan alat hisap sabu dan beberapa barang lainnya yang turut disita sebagai barang bukti.

Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sanggau, AKBP Ngatiya menyampaikan khsusus untuk anak dibawah umur tersebut, tidak dilakukan proses hukum melainkan direkomendasikan untuk menjalani rehabilitasi.

 “Mereka memang tidak ditahan oleh pihak kepolisian. Si anak dan juga pasangan lelakinya itu direkomendasikan kepada pihak BNNK Sanggau untuk ditindaklanjuti. Nah, melalui rapat TAT, keduanya disepakati diikutkan ke program rehabilitasi yang akan dilakukan di RSUD Sanggau,” ungkapnya usai memimpin rapat TAT, kemarin.

Kasi Rehabilitasi, Hery Ariandi SKM menyampaikan bahwa kedua orang yang dimaksud tersebut saat ini merupakan pasien rehabilitasi. Keduanya akan menjalani rehabilitasi rawat jalan di RSUD Sanggau yang kemungkinan dilakukan sebanyak 12 kali atau selama 3 bulan kedepan.

 “Kalau untuk kasus yang ini pertemuannya bisa sampai 12 kali kalau mendengar keterangan dari tim dokter yang juga dilibatkan dalam konsolidasi TAT tadi pagi,” ujarnya.

Hery menyampaikan kepada orang-orang yang kecanduan narkotika dan sulit melepaskan jeratnya dipersilahkan untuk datang ke BNN Kabupaten Sanggau untuk mendapatkan bantuan rehabilitasi. Dia memastikan mereka yang datang dengan maksud untuk sembuh tidak akan ditangkap.

 “Kalau mereka dating kesini mau direhabilitasi jangan takut. Tidak akan kami tangkap. Justru akan kami bantu supaya mereka bisa benar-benar lepas dari ketergantungan narkotika,” tegasnya. (sgg)

Berita Terkait