Ambil Obat di RSUD Soedarso Tak Perlu Antre

Ambil Obat di RSUD Soedarso Tak Perlu Antre

  Kamis, 21 April 2016 10:48
DIABADIKAN: Kepala Instalasi Farmasi RSUD Soedarso, Windi Virdiyanti SSi Apt (paling kanan), Kepala Bidang Penunjang RSUD Soedarso, Levina Saripah SE (paling kiri) beserta Tim Depo Farmasi diabadikan.

Berita Terkait

Khusus Pasien Rawat Inap

RUMAH Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedarso sebagai rumah sakit rujukan terutama di Kalbar, juga merupakan rumah sakit pemerintah pertama yang telah melaksanakan sistem UDD sejak Mei 2015. Sistem Unit Dose Dispensing (UDD) adalah pendistribusian sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai disiapkan dalam unit dosis tunggal atau ganda, untuk penggunaan satu kali dosis/pasien dan distribusinya diantar langsung oleh petugas farmasi ke ruang rawat inap.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan nomor 58 tahun 2014 bahwa sistem distribusi UDD sangat dianjurkan untuk pasien rawat inap, mengingat dengan sistem ini tingkat kesalahan pemberian obat dapat diminimalkan sampai kurang dari 5% dibandingkan dengan sistem floor stock atau resep individu yang mencapai 18%. 

Efektif dan efisien, dua kata itulah yang menggambarkan pelayanan obat untuk pasien rawat inap di RSUD Soedarso. Efektif karena terapi pengobatan pasien bisa tepat waktu diberikan ke pasien. Efisien karena pasien tidak perlu membuang waktu dalam mengantre mengambil obat, sehingga dapat berkonsentrasi untuk mengurus pasien yang sakit. Sedangkan untuk pasien rawat jalan masih berlaku sistem antre. 

RSUD Soedarso juga meyediakan Pusat Informasi Obat (PIO), dimana kita bisa memperoleh informasi tentang obat yang akan kita konsumsi.

Untuk melaksanakan sistem UDD ini, Instalasi Farmasi RSUD Soedarso mempersiapkan sumber daya manusia sebanyak 28 orang. Untuk pelayanannya dibagi menjadi 3 tempat yang menjadi cabang dalam pelayanan Instalasi Farmasi yang disebut Depo Farmasi, yang dikepalai oleh apoteker. Tiga Depo Farmasi ini melayani seluruh ruangan rawat inap sebanyak 22 ruangan. Anatara lain ruang VVIP, IRNA, Jamsostek, Arwana, Thallasemia, Bedah Pria, Penyakit Dalam Wanita, Penyakit Dalam Pria dan Anak, ruang Paru, Isolasi, Bedah Wanita, Bedah Syaraf, Enggang, Nifas, Ruang Bersalin, Perinatologi, IGD, ICU, ICCU, PICU dan NICU, dengan total 479 tempat tidur.

Di Depo Farmasi, resep tersebut akan dikaji oleh apoteker yang meliputi kejelasan tulisan resep, tepat obat, tepat dosis, tepat rute, tepat waktu dan frekuensi, tepat pasien, duplikasi terapi, interaksi obat dan berat badan (untuk pasien anak-anak). Setelah dikaji resep tersebut disiapkan oleh asisten apoteker. Setelah obat disiapkan dan akan dicek kembali oleh apoteker. Obat tersebut diantar dan diserahkan kepada perawat di ruang rawat inap untuk digunakan pasien yang sakit. 

“Sesuai SK Permenkes No 58 Tahun 2014 tercatat 30 tempat tidur, sedangkan rawat jalan 50 lembar resep tersedia 1 apoteker. Berdasarkan hal itu, RSUD Soedarso memilik 479 tempat tidur, dan kami mengharapkan ada penambahan sumber daya manusia sebanyak 13 apoteker dan 26 asisten apoteker demi meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan RSUD Soedarso. Sehingga akan berdampak positif bagi masyarakat Kalbar yang telah merasakan pelayanan rumah sakit,” harap Kepala Instalasi Farmasi RSUD Soedarso, Windi Virdiyanti SSi Apt.(e6) 

SIAPKAN OBAT: Para petugas mempersiapkan obat untuk pasien rawat jalan.

Berita Terkait