Amankan Pelajar Nongkrong

Amankan Pelajar Nongkrong

  Kamis, 10 December 2015 09:14
RAZIA: Empat remaja saat terjaring razia gabungan bersama Tim Penaggulangan Kenakalan Remaja, di Polsek Simpang Hilir, Sabtu(5/12) malam lalu. Danang prasetyo/pontianak post

Berita Terkait

SIMPANG HILIR- Kali ini tim penanggulangan kenakalan remaja Kabupaten Kayong Utara kembali melakukan razia di Kecamatan Simpang Hilir. Berhasil diamankan pasangan dibawah umur, dua orang laki-laki dan dua perempuan, di Teluk Melano, Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara.

Namun sayangnya kegiatan razia ini, yang biasanya setiap Sabtu malam di jembatan Melano sering dijadikan tempat nongkrong, terlihat sepi, dan diduga razia kali ini bocor terlebih dahulu.Untuk ke empat remaja tersebut, masing-masing RZ (15) ND (15)  yang merupakan siswa laki-laki kelas 3, SMP 1 Simpang Hilir. Sedangkan perempuannya FT (15) ST (15) merupakan anak SMA 1 Simpang  Hilir.
Menurut keterangan ND, dirinya sedang nongkrong berdua dengan RZ di pelabuhan, terus datang kedua perempuan, yang belum genap dua minggu mereka pacari. “Memang saya sudah kenal sama kedua cewek SMA tersebut, salah satunya pacar saya, tapi kami kebetulan saja ketemu di pelabuhan, tidak ada janjian. Kami juga memang sudah sering nongkrong di pelabuhan,” tutur ND kepada wartawan.
Sementara itu ST yang berasal dari Desa Mata-Mata  mengaku, bahwa dirinya  berencana dari rumah mau pergi foto copy. Setelah selesai foto copy mencari teman di pelabuhan untuk minjam buku. Tapi ndak tahunya malah ketemu sama kedua pria itu,”tambah ST.
Sementara itu, Aiptu Dedi Atmaja , Kasi Umum (kepala seksi umum) Kepolisian Sektor Simpang Hilir, dalam hal ini mewakili Kapolsek, menjelaskan selanjutnya kepada para remaja tersebut akan dilakukan pembinaan. “Pihak Kepolisian akan segera memanggil pihak orang tua dari masing-masing remaja yang terjaring. Selanjutnya kepada semua remaja tersebut akan dikenakan wajib lapor,” tutur Dedi Atmaja yang ikut terjun langsung dalam razia, Sabtu(5/12) malam lalu.
Terkait hal ini, dikatakan sekretaris Tim Penanggulangan Kenakalan Remaja, Tasfirani menjelaskan bahwa dari beberapa kali razia yang telah dilakukan, rata-rata para remaja yang terjaring merupakan anak-anak remaja yang kurang mendapatkan perhatian dari para orang tuanya. Hal ini terbukti dari remaja yang terjaring, mereka tinggal tidak bersama orang tua atau ada pula yang orang tuanya bekerja di luar kota. “Memang faktor utama dari kenakalan remaja, adalah faktor kepedulian orang tua yang kurang, dan juga masyarakatnya sendiri. Karena kunci utama dalam mencegah dan menanggulangi kenakalan remaja, adalah kepedulian,” ujar Tasfirani.
Untuk kedepannya, Tim Penanggulangan Kenakalan Remaja, akan lebih sering melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, dan para orang tua. Juga akan melakukan patroli rutin, kemudian menyiapkan sanksi yang berat, termasuk sanksi yang akan diterapkan di sekolah. “Kita akan membuat pembinaan secara intensif terhadap anak-anak yang memiliki potensi kenakalan di sekolah.  Dalam hal ini peran wali kelas dan guru BK sangat diperlukan,” terang Tasfirani.
Tasfirani juga berharap kepada pihak sekolah untuk lebih peduli lagi terhadap anak didiknya. Mesti dideteksi sedini mungkin anak-anak yang sudah punya gelagat lain, dan harus cepat-cepat dilakukan pembinaan. “Demikian pula halnya bagi orang tua, untuk meningkatkan kepeduliannya, pantau terus perilaku anaknya. Lakukan koordinasi dengan pihak sekolah, jam pulangnya, jam sekolahnya. Sehingga para orang tua tahu mengenai keberadaan anaknya,”tutup Tasfirani, yang juga sebagai Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah dan Kejuruan (Dikmenjur) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupateb Kayong Utara. (dan)

Berita Terkait