Aman Menggunakan Lensa Kontak

Aman Menggunakan Lensa Kontak

  Jumat, 9 February 2018 10:00

Berita Terkait

Saat ini lensa kontak atau softlens tak hanya sebagai alat bantu penglihatan, tetapi juga sebagai pelengkap fashion. Beragam jenis softlens ditawarkan, mulai dari warna, corak, hingga efek tampilan yang terlihat sehingga mampu membuat mata terlihat lebih menarik. Lantas, bagaimana menggunakan softlens yang benar dan aman? 

Oleh : Ghea Lidyaza Safitri

Mata merupakan salah satu indera terpenting yang dimiliki tubuh. Mata berperan sebagai jendala jiwa yang dapat memancarkan pesona tersendiri. Dengan mata, seseorang dapat melihat beragam keindahan dunia. 

Sebagian orang yang mengalami kelainan reflaksi mata enggan menggunakan kacamata agar keindahan matanya tetap terpancar. Pemakaian lensa kontak pun bisa menjadi alternatif. Alat berbentuk bulat mangkuk ini dapat membantu penglihatan sebagai pengganti kacamata. 

Refraksionist optision, Primansyah  mengatakan softlens biasanya dipasang pada kornea mata. Kini, pemakaian softlens bukan hanya diperuntukkan bagi orang yang mengalami masalah penglihatan atau kelainan refraksi. Mereka dengan penglihatan normal juga banyak menggunakannya untuk memperindah mata (dilihat dari segi kosmetik).

“Hal ini tidak terlepas dari inovasi dan warna, serta motif dari softlens itu sendiri yang semakin beragam. Sehingga, membuat peran softlens bergeser menjadi aksesoris kecantikan wanita,” ujarnya.

Pemakaian softlens membuat mata lebih menarik secara instan. Namun, banyak orang yang kerap mengalami kesulitan dalam penggunaannya, seperti sulit memperoleh softlens yang cocok dan tidak bisa menggunakannya dengan baik. Owner Optik Pontianak ini menjelaskan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan softlens.

“Khususnya keamanan, keefektifan, dan kenyamanan saat pemakaian. Hal ini sangat bergantung pada desain dan letak pada bagian bola mata,” tutur Prima. 

Ketika seseorang tidak berhati-hati dalam menggunakannya, softlens bisa membahayakan mata. Softlens ibarat dua sisi jarum. Saat dipergunakan dengan baik, memberikan dampak positif bagi pemakainya. Begitu juga sebaliknya, softlens yang tidak dipergunakan dengan baik dapat merusak kondisi mata penggunanya.

Dampak yang ditimbulkan dari penggunaan softlens yang kurang baik beragam, seperti mata kering dan reaksi alergi terhadap softlens. Selain itu, softlens juga menimbulkan berbagai masalah dengan kornea, seperti kornea membengkak, penglihatan menjadi rabun, kornea kekurangan oksigen, infeksi pada kornea, goresan pada kornea, atau perubahan bentuk kornea.

Dampak lainnya seperti munculnya penimbunan pada lensa yang membuat lensa terasa tidak nyaman saat digunakan. Ini pun menyebabkan risiko infeksi pada mata menjadi meningkat. Serta, inflamasi pada mata, dimana kelopak mata akan mengalami inflamasi. Inflamasi yang terjadi menyebabkan benjolan. Waktu pemakaian softlens dalam sehari, yaitu satu sampai maksimal enam jam. 

Gejala yang mengindikasikan saat mata seseorang mengalami masalah akibat softlens adalah munculnya air mata berlebih, mata terasa tidak nyaman, mata terasa gatal, serta sensitif terhadap cahaya. Sehingga, ketika ingin menggunakan softlens, sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu pada pihak yang berkompeten, seperti dokter spesialis mata, atau refraksionist optision.

Dokter spesialis mata, atau refraksionist option akan menyarankan seseorang menggunakan softlens sesuai dengan kondisi matanya. Keduanya akan melakukan tes kondisi softlens, dimulai dari melihat kadar air, BC, dan diameter terlebih dahulu. Cara ini juga dapat meminimalisir seseorang asal-asalan dalam memilih softlens. 

Priamnsyah berharap pasien atau customer haurs cerdas dalam memilih softlens. Usahakan membeli softlens di tempat yang telah miliki ijin dari dinas kesehatan setempat (optik yang memiliki ijin). Ingat, softlens ini langsung bersentuhan dengan mata ‘si pengguna’. Jangan lupa meminta petunjuk atau cara pemakain pada optik yang dikunjungi.**

Berita Terkait