Alif Project, Fokus Produksi Musik Religi Anak-anak

Alif Project, Fokus Produksi Musik Religi Anak-anak

  Jumat, 11 December 2015 09:07
VIDEO KLIP: Model video klip lagu religi dengan penyanyi cilik produksi Alif Project. ALIF PROJECT FOR PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Alif Project bisa dikatakan yang pertama kali di Kalbar memproduksi lagu religi dengan penyanyi cilik. Digagas oleh Tita Jailaini sebagai produser sekaligus pencipta lagu, sejak 2012 Alif telah menghasilkan satu album, terdiri dari tujuh lagu, tiga lagu sudah ber-video klip. IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

 
BERAWAL dari keprihatianan seorang ayah terhadap siaran televisi yang kurang ramah terhadap anaknya, Tita Jailaini mulai mencipta lagu-lagu religi untuk anak. Bersama dengan musisi Kalbar Urai Boy dalam mengarasemen, mereka mulai produksi sejak 2012. “Pertama memulai saya terinspirasi dari anak saya, waktu itu musim goyang cesar, bangun tidur saja dia sudah berjoget dan hafal,” katanya.
Dari sana ayah 38 tahun itu melihat budaya televisi memang sangat cepat mempengaruhi prilaku anak-anak. Karena itu dia pun berinisiatif untuk membuat sesuatu, caranya dengan syiar atau dakwah Islam lewat musik. Menurutnya saat ini anak-anak kurang mendapat kontrol sosial yang baik. “Saya bersama kawan-kawan yang terlibat merasa harus mengambil bagian, setidaknya bisa mengimbangi budaya televisi yang jarang bisa dijadikan panutan anak,” jelasnya.
Untuk penamaan Alif sendiri dikatakan bermakna yang pertama dan awal. Jadi ini bisa dikatakan yang pertama kalinya di Kalbar. Penggarapan musik religi yang dinyanyikan oleh anak-anak. Sebab sejauh ini yang murni konsisten menggarap album religi anak-anak sangat jarang sekali, baik di nasional, apalagi di kalangan lokal Kalbar. “Saya merasa musik memang memiliki audience yang cukup luas,” ujarnya.
Isinya tentang nasihat-nasihat, baik untuk anak maupun orang tuanya. Tita berusaha membuat lirik-lirik lagu yang mudah dicerna oleh anak namun tetap nyaman didengar oleh kalangan dewasa. Dia merasa bahwa anak adalah amanah dari Allah SWT karena wajib dijaga. “Konsepnya anak-anak menyanyi sekaligus mendakwah ke orang tuanya, ada pesan-pesan untuk orang tua,” terangnya.
Album pertama bertajuk Surga Untukmu digarap sejak tahun 2012 dan selesai pertengahan 2013. Ada tujuh lagu di dalamnya yang dinyanyikan vokalis cilik Utin Danila Putri. Dimana dalam penggarapannya melibatkan skitar sepuluh musisi Kalbar. Proses rekaman seluruhnya dilakukan di Pontianak sementara produksi piringan CD di Yogyakarta. “Memang kelemahannya karena berupa audio belum cukup menarik untuk anak-anak,” akunya.
Karena itu, untuk seluruh lagu dalam album direncanakan akan dibuat video klip-nya. Sampai sekarang sudah ada tiga video klip yang selesai diproduksi yaitu lagu berjudul Semua Pasti Dipertanyakan dan Ridho Allah Pada Orang Tua. Vidoe klip ketiga yang paling terbaru berjudul Cintai Allah dan Rasulnya, disutradari oleh sineas Kalbar Hatta Budi Kurniawan.
Bagi yang ingin menyaksikan, video klip tersebut dapat ditonton melalui Yotube dan juga channel tv lokal seperti Mujahidin TV dan Pon TV. “Jika video klip seluruh lagu selesai akan segera dilauncing dalam format audio visual DVD, targetnya Januari 2016,” ucap Tita.
Selain melalui video, sang produser juga berencana akan mulai menggelar pertunjukan live untuk Alif Project. Sasarannya adalah sekolah-sekolah, dengan cara dakwah melalui musik. Diperkirakan mulai akan berjalan tahun 2016.
Meski produksi lagu dari penyanyi cilik seperti ini terbilang baru, Tita yakin akan mampu bertahan dan terus tumbuh. Apalagi tidak tanggung-tanggung Alif Project digarap dengan sangat serius dan melibatkan banyak musisi berpengalaman. Dia pun merasa sejauh ini sambutan masyarakat sudah cukup baik. “Saat awal produksi 2013 lalu, selama tiga bulan saja sudah mampu menjual sekitar 500 keping CD,” terangnya.
Hanya saja Tita berharap ada dukungan lebih dari pemerintah. Sebab sejauh ini meski Alif Project selalu berusaha membawa nama baik Kalbar, belum ada satu pun pihak pemerintah yang mau membantu. Biaya produksi sejauh ini hanya mengandalkan biaya pribadi dia dan teman-teman secara independen. “Paling tidak ada kontribusi sebab kami selalu menerima bantuan dalam bentuk apapun,” pungkasnya.(*)

 

Berita Terkait