Akui Sulitnya Suplai BBM ke Perhuluan

Akui Sulitnya Suplai BBM ke Perhuluan

  Jumat, 7 Oktober 2016 08:09
RUSAK: Jalan yang menjadi jalur distribusi BBM di Depot Sanggau menuju Kapuas Hulu rusak parah sehingga menghambat suplai pengiriman BBM. ISTIMEWA/

Berita Terkait

PONTIANAK - Branch Manager PT Pertamina (Persero) Kalimantan Barat dan Tengah (Kalbarteng) Eko Hardjito mengeluhkan kondisi jalan menuju Depot Sanggau. Beberapa hari ini, diakui kalau pengiriman BBM ke Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) di Kapuas Hulu tersendat lantaran jalan yang rusak parah di Sanggau (depot terdekat dari Kapuas Hulu).

Eko mengatakan, sejatinya jalur utama distribusi ke Kapuas Hulu adalah melalui Sungai Kapuas.

Hanya saja, musim kemarau membuat sungai surut sehingga kapal tangki tak mampu ke tempat tujuan. Hal inilah yang membuat APMS dan SPBU di Kapuas Hulu kosong seperti diberitakan harian ini 5/10.

"Selain itu, juga karena jauhnya jarak tempuh dari semula distribusi BBM dari Depot di Sintang, kemudian dialihkan dari Depot Mini Sanggau, karena kapal pengangkut BBM tidak sampai ke Sintang dampak dari keringnya debit air Sungai Kapuas,” katanya, kemarin.

Menurut dia, jalan menuju Depot Mini Sanggau masih belum bagus sehingga pengiriman mengandalkan jalan darat menjadi lebih lama, karena para sopir pengangkut BBM harus ekstra hati-hati ketika melewati jalan itu.

"Jalannya licin kalau diguyur hujan, sehingga para sopir pengangkut BBM harus berhati-hati ketika melewati jalan yang belum beraspal tersebut," ujarnya.

Dijelaskan dia, distribusi BBM dari Sanggau ke Kapuas Hulu saat ini membutuhkan waktu sekitar satu hari. Selain itu, mobil-mobil tangki tersebut juga harus mengantre lantaran Depot Sanggau juga harus melayani pasokan BBM untuk kabupaten-kabupaten di sekitarnya.

Direktur Utama PT UKM, Syarif Abubakar Alqadri yang mengelola APMS milik Pemkab Kapuas Hulu, di Kedamin, Kecamatan Putussibau Selatan berharap kondisi ini tak berlarut. Menurut dia, jika kondisi air Sungai Kapuas tidak surut maka ponton yang membawa BBM itu langsung di Sintang, tetapi karena kondisi alam terpaksa pihaknya mengambil ke Kabupaten Sanggau.

“Apalagi yang lebih diutamakan itu SPBU, setelah itu barulah melayani APMS. Maka dari itu beberapa hari ini kami sering tutup, bahkan beberapa APMS di Kapuas Hulu juga mengeluhkan hal yang sama,” pungkasnya. (ars)

Berita Terkait