Akui Sudah Memangsa Tujuh Anak

Akui Sudah Memangsa Tujuh Anak

  Selasa, 21 June 2016 10:04
Ilustrasi

Berita Terkait

SAMBAS – Jajaran Polres Sambas sedang menangani kasus dugaan pencabulan dan sodomi yang dilakukan M, kepada tujuh korbannya. Saat ini, perkara telah dilimpahkan ke pihak kejaksaan Negeri Sambas.

 
“Ya, kita telah menerima limpahan dari Polres terkait kasus pencabulan, dengan korban saat ini mencapai tujuh anak,” kata Kasi Pidana Umum Kejari Sambas, Susan didampingi Kasi Intel, Pramono Budi Santoso SH, Senin (20/6) kepada wartawan.

Menurutnya, saat ini kasus tersebut dalam rahap Penelitian Berkas Perkara. Dimana sesuai Berita Acara yang diterima, pelaku merupakan warga kecamatan Paloh, berinisial M alias K yang diduga mencabuli dan menyodomi dan mencabuli tujuh anak yang rata-rata berusia 6- 8 tahun. Padahal pelaku adalah pelajar SD yang saat ini berusia 13 tahun. Sementara korbannya adalah tujuh anak berusia 6 tahun (satu orang), 7 tahun (tiga orang) sebagai korban pencabulan (cewek). Sedangkan korban sodomi (laki-laki) 7 (satu orang) dan 8 tahun dua orang.

“Korban sesuai laporan adalah anak laki-laki dan perempuan. Yang laki diduga disodomi. Sedangkan yang perempuan dicabuli. Korban berasal dari alamat yang sama,” kata Susan. Kasus ini, berawal dari ibu dari salah satu korban yang ada. Yang mengetahui anaknya tak berangkat TPA di kampungnya. Setelah ditanya, kenapa tidak berangkat TPA. Anaknya mengaku takut dengan pelaku.

“Korban mengatakan kepada ibunya bahwa dia takut dengan Bang M alias K (pelaku). Jadi korban pun tidak mau berangkat ke TPA lagi,” katanya.

Dari cerita sang anak, nurani ibu mengatakan bahwa ada yang tidak beres, sehingga anaknya sedemikian ketakutan dengan anak lelaki tersebut (pelaku). Akhirnya dia pun mengetahui kalau anaknya merupakan korban pencabulan yang diduga pelakunya adalah M. Saat ditanya, dia pun mengaku kesakitan di bagian kemaluan.

Pengakuan korban ini pun menyebar kemana-mana. Hingga korban pun tak cuma satu anak. Beberapa lainnya membuat pengakuan sama. Bahwa mereka pernah diperlakukan sama dengan pelaku. Tak cuma anak cewek, tetapi yang pria juga mengaku sebagai korban kejajatan pelaku.

Berangkat dari laporan yang sama yang masuk, mereka pun sepakat untuk melaporkan perlakuan yang diterima anak-anak mereka ke kepolisian. Kepolisian bergerak cepat, kemudian melakukan visum ke beberapa korban.

 “Bahkan dari pemeriksaan yang dilakukan pihak kepolisian. Pencabulan dan sodomi yang diduga dilakukan M disertai ancaman,” katanya.

Hasil visum yang dilampirkan dalam Berita Acara yang diterima, korban pencabulan, mengalami rusaknya selaput dara, kemudian adanya cairan berwarna hijau yang di kemaluan. Sementara untuk korban sodomi, di lubang dubur, terdapat luka memar.

Dikatakan Susan, M alias K didakwa melanggar Pasal 81 ayat (2) dan atau Pasal 82 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 287 ayat (1) KUHP dan atau pasal 290 ke 2e KUHP Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. Lantaran pelaku masih anak-anak, maka dalam kasus ini akan digunakan sistem peradilan anak.

Kapolres Sambas, AKBP Sunario SIK MH melalui Kabagops, Kompol Jajang S Kom membenarkan pihaknya telah menangani kasus dugaan pencabulan, yang dilakukan warga Kecamatan Subah dengan korban tujuh anak masih dibawah umur.

“Kita sudah limpahkan ke kejaksaan,” kata Kompol Jajang, Senin (20/6). Pihaknya mengaku, sebelum menyerahkan ke Kejari. Pihaknya telah melakukan pemeriksaan, kemudian mengamankan barang bukti.

“Hasil pemeriksaan, ini merupakan salah satu dampak dari melihat film porno. Karena dari pengakuan pelaku, biasa melihat film porno melalui ponsel,” katanya.(fah)

Berita Terkait