Aksi Koboi Oknum Polisi

Aksi Koboi Oknum Polisi

  Rabu, 26 Oktober 2016 09:30
Korban pemukulan oknum polisi koboi saat dirawat di RS Antonius Pontianak (Arief Nugroho/Pontianak Post)

Berita Terkait

SEORANG oknum polisi berpangkat Brigadir Kepala (Bripka) berinisial Jmd dikabarkan mengamuk dan membuang tembakan di dalam tempat hiburan malam Classic Karaoke yang berlokasi di kawasan Pasar Mawar, Pontianak, Sabtu (22/10) malam. Beruntung aksi koboinya itu tidak memakan korban jiwa.

Berdasarkan informasi yang diterima Pontianak Post, aksi brutal ini dipicu perselihan antara pelaku dengan seorang wanita yang bekerja sebagai  LC (lady companion) di tempat karaoke tersebut pada Jumat (21/10). Sang polisi dikabarkan melakukan kekerasan terhadap LC.

"Sebenarnya keributan itu sudah ada sejak Jumat malam. Oknum polisi itu katanya menampar seorang perempuan (LC)," ungkap Yanto, seorang pengunjung Classic Karaoke, kemarin.      Peristiwa itu kemudian terus berlanjut keesokan harinya. 

Menurut Yanto, pada Sabtu (22/10), oknum polisi itu kembali datang dan menemui perempuan (LC) tersebut. Tak lama kemudian, tiba-tiba pelaku mengamuk dengan kondisi mabuk. Bahkan, ia sempat mengeluarkan tembakan mengarah ke meja, di dalam tempat karaoke sebanyak satu kali. 

"Beruntung saat itu tidak ada orang sehingga tidak memakan korban. Tapi banyak peluru yang tercecer," jelasnya.

Mendengar peristiwa penembakan tersebut, sejumlah petugas keamanan langsung berusaha mengamankan pelaku dan senjata api miliknya. Namun, si pelaku tak hanya diam, tetapi justru menjadi semakin beringas. 

Pelaku yang awalnya berada di lantai bawah langsung naik ke lantai atas. Ia  lalu memecahkan botol dan berusaha menyerang Yanto dengan pecahan botol tersebut. Namun Yanto mendorong tubuh pelaku sehingga luput dari serangan. 

Bambang, salah satu rekan Yanto yang saat itu juga berada di lokasi kejadian justru terkena imbasnya. Ia dipukul menggunakan botol di bagian kelopak matanya hingga memar. 

"Saya dipukul menggunakan botol. Untungnya tidak kena bagian pecahan botolnya. Bisa-bisa luka parah," ujar Bambang. Akibat aksi pemukulan yang dilakukan oknum anggota polisi itu, ia pun langsung membuat laporan pengaduan ke Propam Polda Kalbar untuk ditindak lanjuti. 

"Saya sudah lapor ke Propam Polda Kalbar," katanya.     Saat ini Bambang dirawat di Rumah Sakit Antonius Pontianak akibat luka memar yang dideritanya. 

Syamsudin, pihak keluarga korban meminta pelaku pemukulan untuk ditindak tegas karena sejauh ini pelaku tidak memiliki itikad baik. "Saya minta kepada bapak Kapolda untuk menindak tegas anak buahnya yang arogan," tegasnya.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Kalbar Suhadi SW mengatakan,  pihaknya akan mengonfirmasi ke pihak Propam terkait adanya kasus tersebut. 

Menurut Suhadi, kepolisian tunduk pada aturan baik menyangkut administrasi, disiplin profesi maupun pidana. Jika anggota polisi melanggar maka akan diberikan sanki sesuai dengan pelanggarannya. 

"Dalam undang undang sudah jelas. Jika melanggar akan diberikan sanksi sesuai dengan tingkat kesalahannya. Mulai dari teguran, penundaan pangkat, mutasi, hingga pada pemecatan atau pemberhentian dengan tidak hormat," tegasnya. 

Dikatakan Suhadi, seorang anggota polisi tidak dibenarkan berada di tempat hiburan malam. Apalagi sampai melakukan tindak kekerasan hingga mengeluarkan tembakan. 

"Jadi jika ada masyarakat yang merasa dirugikan silakan melapor ke Propam. Karena saat ini polisi sedang berbenah. Jika ada polisi nakal, arogan, dan berperilaku yang tidak sesuai dengan kode etik, silakan lapor," imbaunya. (arf) 

Berita Terkait