Aksi Kejahatan Jalanan di Pontianak ,Ketagihan Sabu, Eks Napi Kembali Beraksi

Aksi Kejahatan Jalanan di Pontianak ,Ketagihan Sabu, Eks Napi Kembali Beraksi

  Sabtu, 20 February 2016 09:46
RAWAT: Pelaku mendapat perawatan setelah betis kanannya ditembus timah panas tim Jatanras Polresta Pontianak.ADONG EKO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Sudah tiga kali keluar masuk penjara, tetapi tidak membuat AM untuk tobat dari dunia kejahatan. Berdalih butuh uang untuk membeli paket sabu dan makan, pemuda Pontianak Timur itu merampas tas milik pengendara sepeda motor di Jalan Prof M Yamin, Pontianak pada Minggu (14/2).Saat beraksi, AM tidak sendiri. Ia bersama temannya yang saat ini masih menjadi buronan polisi. Tas berisikan uang dan telepon genggam milik seorang pengendara sepeda motor pun berhasil digasak.

Namun aksi penjahat kambuhan tersebut akhirnya berhasil tercium polisi. Berdasarkan laporan yang dibuat korban, polisi pun langsung melakukan penyelidikan dan mengidentifikasi pelaku.Hingga akhirnya pada Kamis malam, 18 Februari sekitar pukul 22.00, tim Jatanras Polresta Pontianak memburu pelaku yang diketahui berada di Pontianak Timur.Tiba di keberadaan sang pelaku, polisi harus bersusah payah untuk menangkap target. Pelaku yang mengetahui kehadiran aparat langsung melarikan diri. Tembakan peringatan pun terpaksa dilepaskan untuk menghentikan langkah pelaku, namun tetap saja tidak diindahkan, hingga akhirnya tembakan diarahkan ke kaki dan membuat AM tersungkur tak berdaya.

Di Rumah Sakit Bhayangkara, AM meringis kesakitan saat tim medis berusaha mengeluarkan sisa timah panas yang menembus betisnya. Tersangka mengakui perbuatannya. “Saya mencuri dua hari yang lalu, mengambil tas seorang pengendara sepeda motor,” aku tersangka.

Tersangka mengaku, di dalam tas tersebut terdapat uang tunai sebesar Rp500 ribu dan satu unit telepon genggam dan telah dijual kepada penadah. “Total hasilnya Rp1 juta, kami bagi dua masing-masing dapat Rp500 ribu,” ucapnya.

Sang penjahat kambuhan itu mengatakan jika uang hasil kejahatan digunakan untuk membeli satu paket sabu seharga Rp100 ribu dan untuk makan. “Bulan ini saya mencuri dua kali, pertama di Jalan Agus Salim, mengambil tas pengendara sepeda  motor dapat uang 1000 ringgit dan HP,” ungkapnya.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Andi Yul Lapawesean mengatakan, AM merupakan pemain lama dalam kejahatan jalanan. Catatan kepolisian, sebelum ditangkap, yang bersangkutan sudah tiga kali masuk penjara dengan kasus yang sama.

Andi Yul menuturkan, saat beraksi tersangka selalu berdua dan menggunakan sepeda motor dengan modus mengikuti target korban saat korban lengah, maka tas akan langsung dirampas. “Setelah isi tas dikuras, untuk menghilangkan jejak tas korban dibuang oleh tersangka ke sungai,” ungkapnya.

Ia menuturkan, sebelum tersangka AM ditangkap terlebih dahulu ditangkap tersangka penadah barang hasil kejahatan yakni Nov. “Dari keterangan penadah inilah didapat pelaku utama pencurian. AM terpaksa dilumpuhkan lantaran melawan dan berusaha melarikan diri,” terang Andi.

Andi menegaskan, untuk tersangka utama, AM akan dikenakan pasal 365 dengan ancaman pidana penjara selama sembilan tahun, sementara tersangka penadah, akan dikenakan pasal 480 ancaman pidana penjara empat tahun. “Sampai saat ini masih ada satu pelaku yang dalam pengejaran,” ungkapnya. (adg)

 

Berita Terkait