Aksi Gay Bikin Resah

Aksi Gay Bikin Resah

  Kamis, 7 December 2017 10:00
ADEGAN: Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar menunjukkan contoh foto-foto adegan tak pantas yang diposting oleh pelaku di media sosial. ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Tim Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar kembali membongkar jaringan layanan seks sesama jenis (gay) melalui media sosial. 

Jaringan ini terbongkar setelah tim Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar melakukan patroli Siber di dunia maya. Dalam patroli ini melihat akun-akun yang menampilkan foto-foto asusila (pornografi) serta ajakan untuk melakukan tindakan asusila.

Sejak tiga bulan terakhir, tim Siber berhasil meringkus tiga tersangka, diantaranya DHP, laki-laki usia 27 tahun, warga Pontianak. Dalam aksinya DHP, memposting foto pribadinya dengan posisi telanjang di akun facebook-nya. Selain itu, ia juga mengajak untuk berhubungan intim sesama jenis.   

DHP diamankan pada bulan Oktober 2017, dan saat ini berkas perkaranya sudah P19 di kejaksaan. Hasil pemeriksaan, pelaku merupakan predator seks. Selain sebagai pelaku upload foto telanjang dirinya di media sosial, ia juga mencari korban untuk menularkan penyakit HIV dan TBC yang dideritanya. Bahkan, DHP mengaku telah berhubungan badan dengan sesama jenis lebih dari 100 orang. 

Selanjutnya, pada 9 November 2017, tim Siber juga kembali mengamankan seorang laki-laki berinisial E (27). Dalam akun facebook-nya, yang bersangkutan dengan sengaja dan berulang kali menuliskan kalimat-kalimat berisikan ajakan untuk berhubungan seks, baik kepada orang dewasa maupun anak di bawah umur.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku telah melakukan aktivitasnya sejak tahun 2013. Sejauh ini, pelaku telah melakukan hubungan badan dengan sesama jenis kurang lebih sebanyak  60 orang, kurang lebih 20 orang adalah anak di bawah umur. Berdasarkan pemeriksaan kesehatan, pelaku juga telah terinfeksi virus HIV/AIDS. 

Selain dua orang tersebut, tim Siber kembali meringkus seorang laki-laki berinisial RS (19) pada 21 November 2017. Seperti dua orang yang sebelumnya, RS juga mengunggah foto-foto dirinya yang berbau pornografi ke media sosial, twitter dan facebook.  

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar AKBP Mahyudi Nazriansyah mengatakan, dari akun-akun yang ditemukan tersebut, tim langsung melakukan profiling dan kemudian melakukan penangkapan terhadap pelaku. 

"Mereka ini tergabung dalam kelompok gay di Pontianak. Jumlah mereka cukup banyak. Hampir 100 orang, Bahkan follower mencapai ribuan," kata Mahyudi, dalam keterangan persnya, kemarin.

Menurutnya, hal ini sangat berbahaya dan bisa merusak generasi muda. Ada beberapa dari pelaku yang mengidap HIV/AIDS. Ini yang sangat berbahaya yang tentunya warga Kalimantan Barat, khususnya Pontianak agar tidak terpengaruh atau terlibat pergaulan seperti ini. 

"Yang lebih berbahaya lagi, mereka mencari anak-anak di bawah umur. Bukan hanya di kelompok mereka saja. Selain juga berhubungan sesama jenis, mereka juga mengajak orang-orang menjadi korban atau masuk kedalam komunitas mereka," paparnya. 

Dikatakan Mahyudi, para pelaku memiliki cara untuk menggait atau mengajak orang lain, yakni dengan cara menampilkan foto-foto syur mereka. 

"Maka, sesama jenis yang tertarik, bisa bergabung di situ," katanya.

Dilanjutkan Mahyudi, saat ini pihaknya tidak hanya melakukan penanganan pidananya, tetapi juga mencari slusi untuk mengurai benang merah persoalanan tersebut. 

"Kami juga mencari solusi. Bagaimanba kira-kira penanganan lebih lanjut terhadap mereka yang terlanjur masuk kedalam kelompok ini," lanjutnya.

Terhadap pelaku,  pasal 45 ayat (1) jo pasal 27 ayat (1) UU No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman enam tahun pidana penjara. 

Berita Terkait