Akses Jalan Dibawah Pengawasan

Akses Jalan Dibawah Pengawasan

  Jumat, 5 Agustus 2016 09:30
AKUR: Suasana usai pertemuan yang menghasilkan kata sepakat di antara kedua belah pihak. Har/Pontianak Post

Berita Terkait

SINGKAWANG—Brigade Infanteri 19/Khatulistiwa dan masyarakat khususnya di Kelurahan Bukit Batu Singkawang tengah sepakat jalan Khatulistiwa dibuka untuk umum meski tetap dalam pengawasan anggota Brigif Khatulistiwa. Kesepakatan ini dicapai setelah kedua belah pihak bertemu dalam hearing yang difasilitasi Komisi I DPRD Singkawang Kamis (4/8) kemarin. Hadir Asisten Setda Singkawang, perwakilan Camat Singkawang Tengah, perwakilan Lurah Bukit Batu, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Bukit Batu, Kapolsek Singkawang Tengah, tokoh pemuda, RW, dan RT di Kelurahan Bukit Batu.

 
Pertemuan ini terkait dibatasinya masyarakat dalam mengakses jalan khatulistiwa menuju Markas Brigif, bahkan sebagian warga menganggap hal tersebut merugikan masyarakat seperti yang dipaparkan LPM Bukit Batu. “Kita melayangkan surat protes kepada  Brigif Singkawang terkait persoalan tersebut, namun tidak ada balasan, makanya kita minta difasilitasi DPRD Singkawang, dan kita bertemu,” kata Ketua LPM Bukit Batu Herman kepada koran ini.

Herman meminta setelah pertemuan ini tidak pembatasan akses jalan dibuka untuk umum, karena jalan tersebut milik warga. “Jika pun ada pengawasan itu sewajarnya, dan petugas penjagaan kita minta tidak arogan, harus ramah, dan jika hendak bertanya kepada warga yang hendak melintas janganlah dengan nada tinggi. Kitakan sama-sama warga negera Indonesia,” katanya usai pertemuan. Dengan kata lain, lanjut Herman, adanya pertemuan ini warga boleh mengakses jalan tersebut tanpa ada batasan waktu meski dibawah pengawasan Brigif. “Boleh keluar masuk tapi lapor dan menunjukkan KTP atau identitas lainya, ini yang menjadi komitmen kita dalam pertemuan itu,” katanya.

Berbagai alasan pun dilontarkan perwakilan warga ke Brigif dengan adanya penutupan akses jalan itu. Seperti yang disampaikan Junaidi Alexander dari bidang hukum dan keamanan LPM Bukit Batu, karena selain warga harus memutar arah dengan jarak cukup jauh sehingga menghambat aktivitas warga. “Ada kerawanan kecelakaan bagi anak sekolah,” katanya. Begitu juga jika ada warga ingin berobat karena di ujung jalan Khatulistiwa ada klinik, adanya penutupan akses jalan tersebut cukup menghambat warga. “Dan paling kursial ,di saat musim hujan sebagian kawasan bukit Batu dilanda banjir. Tentunya jalan khatulistiwa adalah jalan alternatif yang bisa dilalui saat banjir, satu satunya akses jalan antar kelurahan. Dalam kondisi banjir itu satu satunya jalan,” katanya. Sehingga pihaknya mempertanyakan dasar hukum penutupan jalan. “Jika itu kawasan terbatas mengapa tidak ditutup sejak awal, dan mengapa tidak disosialisasikan,” katanya. (har)

Berita Terkait