Akibat Euforia El Clasico

Akibat Euforia El Clasico

  Jumat, 8 April 2016 09:22

Berita Terkait

WOLFSBURG – Kemenangan Real Madrid atas Barcelona di el clasico Minggu (3/4) sungguh memabukkan. Bahkan empat hari setelahnya, para pemain Real masih terlihat hang over di lapangan. Melawan Wolfsburg di first leg delapan besar Liga Champions kemarin (7/4) di Volkswagen Arena, Real kalah dua gol tanpa balas. Defisit dua gol tersebut akan jajal dikejar Los Merengues, julukan Real, pada second leg di Santiago Bernabeu 13 April mendatang. 

Seperti diberitakan ESPN kemarin (7/4) entrenador Real Zinedine Zidane mengatakan bersedia memikul 'dosa' kekalahan atas Die Wolfe, -julukan Wolfsburg, tersebut. Salah satu yang jadi sorotan adalah dirotasinya bek kanan Real Dani Carvajal dengan Danilo. Danilo sepanjang laga keteteran mengimbangi kelincahan winger Wolfsburg Julian Draxler di sisi kiri pertahanannya. 

“Danilo butuh jam terbang juga karena memang Dani (Carvajal) butuh istirahat. Dan pergantian pemain yang dilakukan tidak berjalan mulus dan tak menghasilkan banyak perubahan,” ujar Zidane. Mantan pelatih Real Madrid Castilla itu juga mengakui seandainya pergantian yang dilakukannya tak pas. Ditariknya Luka Modric pada menit ke-64 lalu diganti Isco tak memberikan efek signifikan bagi lini penyerangan. Juga Toni Kross yang disubstitusi James Rodriguez pada menit ke-85 gagal. 

Zidane mengakui jika anak asuhnya memulai tidak dengan intensitas pressing seperti yang dipertontonkan ketika lawan Barcelona. Apalagi ketika laga berjalan tiga menit, Cristiano Ronaldo berhasil menjebol gawang kiper Wolfsburg Diego Benaglio. Namun Ronlado dinyatakan offside dan dianulirlah gol tersebut. 

“Saya harus katakan saya kurang gembira dengan hasil lawan Wolfsburg ini. Kami kekurangan banyak hal kali ini, baik segi mobilitas, pressing, atau hal-hal lainnya,” ucap Zidane. Zidane mengakui jika diantara dua gol yang bersarang ke gawang Keylor Navas, gol penalti Ricardo Rodriguez pada menit ke-18 adalah yang menghancurkan hatinya. 

Gol kedua oleh Maximilian Arnold (25') disebutnya murni kecerobohan bek kanan Real Marcelo. Marcelo telat dalam menutup pergerakan winger Wolfsburg Henrique yang kemudian mengirimkan assist buat rekannya itu. “Saya tak tahu jika pelanggaran yang terjadi seharusnya berakhir dengan penalti. Saya tak membahasnya panjang,” ucap Zidane. 

Pelanggaran gelandang bertahan Real Casemiro kepada penyerang Wolfsburg Andre Schurrle memang lebih kelihatan kalau Schurrle terpeleset. Tak ada tekel atau dorongan berbahaya dari Casemiro kepada Schurrle. Namun wasit Gianluca Rocchi tetap memberikan penalti kepada Wolfsburg. 

“Kami harus bisa membalas di Santiago Bernabeu usai kami menganalisis hasil pertandingan ini. Kami yakin akan masih bisa menghadang Wolfsburg,” tutur Zidane. 

Sementara itu, AS menulis kemarin bek Real Marcelo juga menuai hujatan usai aksi pura-pura jatuhnya menghasilkan kartu kuning buat pemain Wolfsburg Arnold. Ceritanya di menit ke-70, Marcelo mencoba memprovkasi Arnold dengan memepetkan wajah ke dada Arnold. 

Sementara itu, der trainer Wolfsburg Dieter Hecking langsung sesumbar kalau timnya akan melangkah ke semifinal. Kemenangan dua gol ini membuat Real harus menang dengan selisih minimal tiga gol di pertemuan kedua. “Selasa (5/4) lalu sebelum pertandingan, saya berkata kepada kalian para jurnalis kalau kami akan melalui hadangan pertama ini namun tak satu orang pun percaya kepada saya,” ujar pelatih berusia 51 tahun itu. 

Hecking memang membenarkan jika timnya terseok-seok di Bundesliga dan hanya nangkring di posisi delapan klasemen sekarang. Namun ketika bermain di level Eropa dan Liga Champions, Wolfsburg sangat berbeda ketika tampil di kompetisi domestik. 

“Mengalahkan Real adalah sensai terbesar dalam hidup saya. Dan saya dengan akan senang hati mengulangi untuk pertemuan-pertemuan selanjutnya,” tambah Hecking. Di mata Hecking, menghadapi Real yang notabene salah satu unit penyerangan paling bertenaga di Eropa saat ini, penjagaan kepada satu individu saja tak akan bisa. Disiplin menjaga pemain harus dijalankan semua anggota tim. 

“Real bukan hanya (Cristiano) Ronaldo. Melainkan juga (karim) Benzema, (Gareth) Bale, juga pemain lainnya. Semua di Real adalah bintang,” jelas Hecking seperti diberitakan DW. (dra)

Berita Terkait