Akhirnya Midji Tutup Akses Mereka , Asuransi Bumi Putera dan Jiwasraya

Akhirnya Midji Tutup Akses Mereka , Asuransi Bumi Putera dan Jiwasraya

  Minggu, 24 January 2016 07:45
TUTUP AKSES: Pemerintah Kota Pontianak memblokir akses jalan masuk beberapa kantor asuransi yang ada di Jalan Sultan Abdurrahman, Sabtu (23/1). Penutupan akses tersebut akibat tidak mendukungnya pembangunan khususnya infrastruktur jaln di kawasan tersebut. HARYADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PONTIANAK – Ancaman wali Kota (Wako) Pontianak, Sutarmidji, untuk menutup akses masuk dua perusahaan asuransi BUMN Bumi Putera dan Jiwasraya dengan menimbun batu, terbukti dilakukan. Pantauan Pontianak Post, Sabtu (23/1), akses masuk itu ditutup oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Pontianak.

Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, bahkan sampai menganggap jika kedua perusahaan asuransi itu terlalu bertele-tele dalam memberi jawaban. Sedangkan, dia menambahkan, pada saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak tengah melakukan percepatan penyelesaian infrastruktur, dengan tujuan untuk kepentingan masyarakat. “Saya setuju dengan tindakan Pemkot yang menutup akses. Biar mereka jera! Kalau mereka tidak mau beri, jangan gunakan jalan Pemkot,” tegasnya, Sabtu, di Pontianak, kemarin.

Dia lantas mempertanyakan apakah kedua BUMN tersebut mau membuat jalan sendiri, padahal kepentingan yang dilakukan Pemkot adalah untuk masyarakat umum. Dalam pelebaran Jalan Sutan Syahrir, dia mengungkapkan bagaimana sebagian besar pemilik bangunan dan kantor telah memberi lahan mereka. Hal itu, ditegaskan dia, sebagai bukti bahwa pemilik bangunan mendukung pemerintah dalam percepatan pembangunan. Tetapi dia menyayangkan kedua perusahaan asuransi ini yang justru melakukan kebalikannya. “Mereka tidak mau dengan alasan masih nunggu izin dari pusat, harusnya mereka beri kemudahan. Jika sudah ditutup mereka mau lewat mana?” tanya politisi PDI Perjuangan tersebut.

Meski demikian, dia berharap agar permasalahan ini dicarikan solusi. Dia berharap agar jangan sampai terkesan dibiarkan berlarut-larut. Terlebih, dia menambahkan, selama ini Pemkot bersama perusahaan milik negara lain selalu berdampingan demi memajukan Kota Pontianak. Karena, menurut dia, apapun yang dilakukan pemerintah tentu demi kepentingan lebih besar.

Ketika ditanya wartawan, apakah DPRD melalui komisi terkait akan memanggil dua perusahaan asuransi itu guna mencari kejelasan? Ia menjawab akan membicarakan ini secepatnya dengan komisi yang menangani. Namun, secara pribadi, ia menilai justru tak perlu lagi memanggil kedua perusahaan itu. “Sikap mereka sudah jelas, tidak mau memberi Pemkot. Jika persoalan izin sampai sekarang belum kelar, ada apa?” ujarnya.

Pontianak Post mencoba menghubungi pihak asuransi Bumi Putera untuk mengklarifikasi. Namun salah satu karyawan Bumi Putera yang ditemui di sana justru menjelaskan bahwa mereka tidak berwenang untuk memberi jawaban terkait masalah penutupan akses ini.

Sebelumnya, Wako Sutarmidji berang dengan dua BUMN yakni Perusahaan Asuransi Bumi Putera dan Jiwasraya yang menghambat Pemkot dalam melakukan percepatan pembangunan infrastruktur. Saking geramnnya, ia pun menutup jalan masuk kedua kantor asuransi itu. bahkan, dia mengancam apabila kedua perusahaan tidak terima, silakan mengajukan tuntuan ke pengadilan.“Presiden menginstruksikan percepat pembangunan infrastruktur, hilangkan hambatan-hambatan dalam percepatan pembangunan infrastruktur! Kita bangun jalan kan infrastrukutur, kenapa justru dihambat? Mereka BUMN, kenapa justru dihambat-hambat?” tegasnya. (iza)

Berita Terkait