Akhirnya Masjid Agung Difungsikan

Akhirnya Masjid Agung Difungsikan

  Kamis, 19 May 2016 10:09
BELUM RAMPUNG: Meski belum rampung, Masjid Agung Kendawangan tetap digunakan untuk beribadah. AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

KENDAWANGAN – Warga yang prihatin terhadap terbengkalainya pembangunan Masjid Agung Kendawangan, berinisiatif membersihkan alakadarnya dan memfungsikan bangunan tersebut. Setelah dibersihkan dan dicat di bagian dalamnya, Selasa (17/5) malam, masjid tersebut resmi difungsikan, meski pembangunannya masih jauh dari kata rampung.

Dengan diawali salat maghrib bersama-sama yang diikuti sekitar 600 jemaah, peresmian masjid juga dilanjutkan dengan pembacaan Yasin bersama. "Kalau tidak difungsikan sangat sayang, karena sudah menghabiskan miliaran rupiah," kata salah satu inisiator pemfungsian Masjid Agung Kendawangan, M Karya, kemarin (18/5) di Kendawangan.

Sebagai informasi, pembangunan Masjid Agung Kendawangan dimulai sejak 2012 lalu. PT Harita Prima Abadi Mineral (HPAM) merupakan perusahaan yang bersedia membangun masjid tersebut dan sudah mengeluarkan dana lebih dari Rp2 miliar. Namun, saat ini pembangunannya terhenti dan tidak ada lagi dana keluar dari perusahaan tersebut. Kondisi inilah yang membuat masyarakat berinisiatif untuk memfungsikan rumah ibadah tersebut, meski pembangunannya tidak tuntas. Selain itu, masyarakat juga khawatir jika bangunan suci itu dijadikan tempat mesum karena lama tidak difungsikan.

"Alhamdulillah, berkat gotong royong siswa dan siswi SMPN Kendawangan dan MTs At-Taqwa Kendawangan, masjid itu bisa bersih. Dengan polesan cat warna putih di dalam ruangan masjid menambah kesan suci bersih kembali dan layak untuk tempat ibadah," ungkapnya.

Ia berharap agar warga muslim sekitar masjid pada Ramadan dan Idulfitri tahun ini, bisa memanfaatkan masjid tersebut untuk ibadah salat tarawih hingga salat Id. "Siapa lagi yang mau mensejahterakan masjid ini kalau bukan kita? Harita sudah membangunya walau belum tuntas, tapi kita harus tetap mensyukuri apa yang sudah dibangun oleh Harita," ujarnya.

Sementara itu, salah satu sesepuh Kendawangan, Syarif Abdullah, sangat mendukung upaya warga yang mau memfungsikan masjid agung Kendawangan, walau dengan segala keterbatasan. Sembari menunggu kepastian kapan perusahaan akan melanjutkan pembangunan, masyarakat diharapkan dia agar bisa menggunakannya untuk beribadah.

"Warga masih tetap berharap pihak Harita atau WHW akan terus melanjutkan pembangunan masjid agung tersebut, karena itu simbol kepedulian pihak investor, khususnya investor tambang yang ikut membangun Kecamatan Kendawangan ini," pesan dia. (afi)