Akhir dari Pencarian Conte

Akhir dari Pencarian Conte

  Minggu, 16 Oktober 2016 09:58
Antonio Conte

Berita Terkait

LONDON – Antonio Conte kerap gonta-ganti formasi sejak kedatangannya di London Cobham, Juli lalu. Dari awalnya 4-1-4-1, berubah menjadi 4-2-3-1, kemudian kembali galau dengan bermain formasi 4-3-3 dan kembali lagi dengan formasi 4-1-4-1. Namun, kini dia bisa mantap dengan formasi 3-4-3. 

Sebab, Conte sudah sukses mengaplikasikan formasi dengan back three tersebut dalam dua laga Premier League beruntun. Dua kemenangan beruntun. Dua clean sheet beruntun yang belum pernah didapatkan Conte musim ini bersama The Blues – julukan Chelsea. 

Di Stamford Bridge, London, tadi malam WIB juara bertahan Leicester City pun dibuat tidak berdaya setelah dipermak tiga gol tanpa balas. Diego Costa, Eden Hazard, dan Victor Moses menjadi pembeda masing-masing pada menit ke-7, 33, dan 80. Tapi, kepuasan Conte ada dari kolaborasi tiga beknya. 

''Sepekan ini kami mencoba mencari solusi terbaik. Dengan melihat ini, menurut saya tim ini sudah cocok dengan sistem permainan seperti ini (back three),'' ungkapnya kepada Sky Sports. Sayangnya, Conte tidak memainkan kapten John Terry yang dinilai masih belum 100 persen layak main setelah pulih dari cedera engkel. 

Tanpa Terry, peran sebagai back three itu dijalankan Gary Cahill, David Luiz dan Cesar Azpilicueta. Ini formasi yang sama seperti ketika Chelsea mengalahkan Hull City 2-0 (1/10). Menurut statistik Whoscored, permainan defense Chelsea dengan back three itu menyulitkan pemain Leicester melakukan tembakan. 

Buktinya, hanya lima kali tembakan dilakukan Wes Morgan dkk. Dari jumlah itu, tidak satu pun yang bisa mengarah tepat ke Thibaut Courtois. Nol persen ancaman dari lawan itu lebih baik dibandingkan ketika mengalahkan The Tigers – julukan Hull. Pada percobaan pertama formasi back three itu, defense Chelsea masih bisa kecolongan 25 persen tembakan ke gawang. Dari delapan shots Hull, dua di antaranya on target. 

Menurut Conte, permainan seperti inilah yang dia inginkan sejak awal laga. ''Di awal laga, saya minta pemain bermain seperti saat latihan. Benar, mereka menjawabnya dengan bagus. Ini laga terbaik kami sejauh ini. Saya bisa melihat komitmen dari pemain kami,'' puji mantan pelatih Italia itu. 

Hazard secara terpisah mengaku sudah menikmati formasi ini. Terutama perannya yang tidak hanya melebar. Dia juga bisa bermain lebih dalam. ''Kini, kami bermain lebih bebas. Kami pun juga mampu menang dalam perebutan bola. Ini bagus bagi kami,'' kata Hazard. 

Media-media di London meyakini, dengan kemenangan tadi malam Chelsea telah kembali ke jalur juaranya seperti dua musim lalu. Dengan kata lain, ini juga memberikan pesan ancaman kepada Manchester United yang bakal dihadapi Cahill dkk di Stamford Bridge pada pekan kesembilan, 23 Oktober mendatang. 

Chelsea kini merangkak mendekati top five klasemen sementara Premier League. Sebaliknya, Leicester makin sulit mendekati posisi sepuluh besar. Kepada BBC, Claudio Ranieri menyebut pemainnya gugup. ''Lagi-lagi kami gagal meghindari kebobolan lewat tendangan pojok. Kami salah,'' ungkap The Tinkerman – julukan Ranieri. 

Meski kalah untuk yang keempat kalinya, Ranieri tetap tenang. Menurutnya, hal-hal seperti inilah yang dia harapkan terjadi di awal musim setelah mereka jadi kejutan di Premier League musim lalu. ''Akan lebih baik terjadi sekarang, dan kami bereaksi akhir musim. Selanjutnya, kami mesti lebih konsentrasi lagi,'' tegasnya. (ren)

Berita Terkait