Ajari Anak Menyayangi Hewan

Ajari Anak Menyayangi Hewan

  Minggu, 21 February 2016 07:03

Berita Terkait

Anak bisa dengan cepat akrab dengan hewan peliharaan, terutama pada hewan yang sudah jinak dan tidak membahayakan. Tetapi sebaiknya pengawasan tetap dilakukan, agar anak aman bermain dengan hewan tersebut. Sebaliknya, berikan pemahaman kepada anak, agar tak menyakiti hewan kesayangannya itu. Oleh : Marsita Riandini

Beragam alasan orang memelihara hewan. Ada yang memang karena hobi, banyak pula yang ingin memberikan suasana lebih hidup di rumahnya. Kehadiran hewan peliharaan dirasa memberikan warna baru dalam keluarganya.  Anastasia (37 th) merasakan demikian. Sejak kehadiran anjing peliharaannya, dia merasa rumahnya lebih ramai. Anjing yang diberi nama Sammy Patty itu menjadi hiburan tersendiri di keluarganya. “Dulu itu khan, anak-anak kalau pulang sekolah lebih banyak di kamar. Apalagi mereka memang sudah besar-besar. Tetapi sejak ada anjing setahun yang lalu ini, setiap sore sering kumpul-kumpul, sambil bermain dengan anjing,” ulasnya yang memelihar anjing jenis Samoyed, yakni salah satu dari 14 anjing ras termurni di dunia.

Awalnya, dia harus memberikan pemahaman kepada anak bungsunya yang saat itu berusia tujuh tahun. “Kalau yang besar sudah mengerti ya. Nah, kalau yang kecil ini yang awalnya agak susah memberikan pemahaman, terutama dalam memperlakukan anjing,” papar dia. Bulunya tebal, berwarna putih, dengan wajah khas yang mirip dengan serigala memberikan kelucuan tersendiri pada anjing ini. Tak heran anak-anaknya pun senang bermain bersama anjingnya itu. “Awalnya anak paling bungsu masih suka cubit-cubit anjingnya karena gemas melihatnya. Terus masih kasar pegang anjingnya kasar kayak tarik ekornya, kakinya. Disitulah saya sampaikan ke dia kalau hewan masuk ke rumah, dan sudah dipelihara itu ibarat keluarga. Harus diperlakukan baik juga,” bebernya.

Belum lagi, lanjut Anastasia, kehadiran anjing membuat anaknya itu merasakan kecemburuan. “Kadang kalau saya pegang-pegang anjingnya masih suka jealous. Tetapi sekarang sih sudah tidak lagi, sebab anak saya sudah mengerti bagaimana cara menyayangi hewan peliharaan,” katanya yang tinggal di Ahmad Yani 2 Kubu Raya ini.

Untuk meningkatkan rasa sayang anak kepada hewan peliharaan, dia juga sering melibatkan anaknya untuk memberi makan hewan kesayangan keluarganya itu. “Saat bawa jalan-jalan, anak-anak juga ikutan. Termasuk ketika kasih makan, saya yang buatkan susu, adon makanannya, anak yang kasih. Biar anak merasa memiliki peran memelihara hewan juga,” ucap dia. Merasa anak-anaknya dekat dengan hewan tersebut, dia pun menjaga betul kebersihan dan kesehatan hewannya. “Seminggu sekali grooming. Ada orang khusus yang datang ke rumah, termasuk memberikan vitamin. Kalau vaksin khan cukup satu tahun sekali saja,” tutupnya.

Ajari & Awasi

Pengawasan dan peran orang tua memang cukup besar untuk memberikan pemahaman kepada anak, sehingga anak bisa memperlakukan hewan peliharaan dengan baik. Ini pula yang diajarkan Ita Permata (30 th). Sejak masih gadis, dia memang senang memelihara kucing. “Kucing itu lucu imut. Bahkan dulu pernah punya kucing kesayangan, ketika mati sampai menangis,” jelas warga Komyos Sudarso ini.

Tetapi sekarang dia memiliki kesulitan dalam memelihara kucing, terutama karena anak-anaknya yang masih kecil. “Karena masih kecil, jadi suka pegang kucing asal. Suka kasar, main pegang lehernya. Kasihan kucingnya, juga takut dicakar,” katanya.

Kalau sudah begitu, dia pun menjelaskan ke anak bagaimana cara yang benar memegang hewan berbulu lebat itu. “Kadang kalau saya yang pegang, saya bilang ke mereka, cara pegang kucing seperti ini. Kadang suka saya peluk-peluk kayak gendong anak sendiri,” ucapnya. Paling susah, tambahnya jika kucing itu masih kecil. “Kalau baru melahirkan itu khan masih kecil sekali, itu paling kasihan. Kadang khan anak main lempar kalau mau letakkan kucing. Jadi kalau ada kucing baru melahirkan, buru-buru anaknya disimpan ditempat yang aman,” paparnya.

Anak-anaknya pun kerap disuruh memberi makan kucing. Ini mengajarkan mereka untuk berbagi, termasuk dengan hewan peliharaan. “Kalau lagi makan itu kadang kucingnya juga dikasih, biar tidak ganggu. Anak-anak khan melihat tuh. Jadi nanti mereka bisa meniru dari situ,” pungkasnya. **

Berita Terkait